Home / Kriminal

Rabu, 29 Desember 2021 13:20- WIB

Diretas, Akun Facebook Istri Mantan Wali Kota Parepare Dipakai Menipu

Ilustrasi: Media sosial Facebook kerap jadi incaran hacker (OnlineGeeks)

Ilustrasi: Media sosial Facebook kerap jadi incaran hacker (OnlineGeeks)

PAREPARE, MERATA.NET – Akun milik istri Mantan Wali Kota Parepare, Rachmatia Syamsul Alam Bulu diretas oleh orang tak bertanggung jawab. Tidak hanya itu, pelaku perestas juga memakai untuk menipu.

Akun tersebut rupanya dipakai untuk berdagang oleh peretas. Ia kemudian memasarkan produk handphone.

Pemilik akun, Rachmatia Syamsul Alam Bulu mengimbau agar masyakarat tidak membalas segala bentuk chat dari akun Facebook-nya yang saat ini diretas. Sebab, peretas bermaksud untuk menipu dengan mengatasnamakan dirinya.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Mohon berhati-hati dan tidak menanggapi akun Facebook milik saya atas nama Tia Djalil karena saat ini akun tersebut diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Rachmatia, Rabu (29/12/2021).

Baca Juga  Agus Arifin Nu'mang Kembali Diperiksa Terkait Dugaan Pengadaan Alkes

“Saya Hj. Rahmatia Djalil dengan ini ingin mengkonfirmasi bahwa itu bukanlah saya, dan bagi teman-teman atau keluarga sekalian dimohon untuk berhati-hati karena akun Facebook tersebut kemungkinan akan digunakan untuk penipuan. Saya tidak bertanggungjawab atas segala tindakan yang dilakukan oleh yang bersangkutan,” lanjutnya.

Tangkapan layar akun facebokk yang diretas. Ist

Peretasan segala akun sosial media termasuk Facebook diketahui telah melanggar Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008. Isinya, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baca Juga  Marak Penculikan Anak ; Gubernur Sulsel Minta Selurus Kepala Sekolah Perketat Penjagaan Sekolah

Dalam aturannya, adapun bunyi pasal 35 UU ITE adalah sebagai berikut:

Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dengan tujuan agar Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik.

Ancaman dari pasal 35 tersebut adalah pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak 12 miliar rupiah (Pasal 51 ayat 1 UU ITE). (Aam)

Share :

Baca Juga

Kriminal

4 Prajurit TNI Gugur Saat Kontak Tembak di Kabupaten Nduga Dapat KPLB

Kriminal

Kurang Setahun Tangkap 107 Orang, OKP: Ketua KPK Balas Nyiyiran Novel Cs dengan Prestasi

Kriminal

Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun dan Didenda Rp500 Juta

Kriminal

Spanduk “Ada Pungli Lapor” Bertebaran Disisi Jalan Kab. Kutai Timur

Kriminal

Empat Organisasi Pers Minta Polda Sulsel Usut Dugaan Kekerasan Terhadap Jurnalis di Bulukumba

Komunitas

Warga Diimbau Tidak Terprovokasi Pasca Kisruh Mahasiswa di Makassar

Kriminal

Organisasi Jurnalis Sulsel Pertanyakan Penyelesaian Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis Antara Mandek di Polisi

Indonesiaku

Seorang Pria di Majene Bacok 5 Warga karena Terpengaruh Obat Terlarang