SELAYAR, Merata.Net – Turnament sepakbola Kapolres Selayar Cup vol dua yang digelar di lapangan pemuda benteng selayar diwarnai kericuhan saat laga perdelapan final antara Tanadoang FC melawan Padang FC.
Kericuhan yang melibatkan suporter dan pemain ini bermula saat pemain belakang Tanadoang FC membuang bola keluar lapangan dan mengenai penonton yang merupakan suporter Padang FC.
Pemain Tanadoang FC itupun menjadi sasaran amukan suporter Padang FC yang berada di pinggir lapangan.
Pemain yang diketahui mengenakan nomor punggung 23 tersebut menderita luka memar dan lebam di pelipis telinga akibat dipukuli oleh penonton dan suporter.
Akibat kejadian tersebut, pihak panitia pertandingan langsung menghentikan pertandingan dan menunda laga tersebut.
Pihak Tanadoang FC merasa dirugikan atas kejadian tersebut dan menilai pihak panitia tidak tegas dalam mengambil keputusan terkait sanksi kepada Padang FC.
“Aturan sudah jelas saat technikal meeting, bahkan saat sebelum laga delapan besar berlangsung, pihak yang memulai kericuhan akan disanksi tegas tapi kenyataannya pihak panitia hanya menunda laga tersebut” ujar Tamsir, salah satu pemain Tanadoang FC.
“Ini juga akan menjadi catatan hitam bagi PSSI Selayar jika tidak ada ketegasan dalam mengambil sikap dan akan terus terulang dikemudian hari, diturnament lainnya” tambahnya.
Sementara itu pihak panitia hanya mengarahkan korban pemukulan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres Selayar dan akan melanjutkan kembali pertandingan tersebut rabu besok di lapangan yang sama.










