MAKASSAR, Merata.Net – Aksi unjuk rasa sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat sepanjang hari di Makassar, Jumat (29/8/2025) berbuntut aksi pembakaran gedung parlemen DPRD Kota Makassar, Jalan AP Pettarani pada malam hari. Aksi unjuk rasa ini terkait penolakan tunjangan DPR RI serta aksi solidaritas kematian pengemudi ojek daring di Jakarta.
Massa mulai membakar sejumlah barang yang berada disekitar DPRD kota Makassar dan mengumpulkannya di jalanan sekita jam 20.00 dan mulai memasuki halaman parkir gedung tersebut merusak puluhan kendaraan roda empat yang terparkir dan membakarnya.
Tak berenti, massa memasuki lantai demi lantai melakukan pengrusakan dan pembakaran yang membuat api semakin membesar.

Seorang pengunjuk rasa membakar fasilitas gedung saat aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kota Makassar, Jumat (29/8/2025). Gedung parlemen tersebut hangus dilalap api setelah dibakar oleh massa aksi yang menolak kenaikan tunjangan DPR RI. FOTO/Erick Didu
Sebanyak empat orang dilaporkan meninggal dunia akibat kejadian tersebut, dua orang kritis dan tiga orang korban lainnya mengalami luka yang kini dirawat di rumah sakit.
Korban pertama adalah Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah Makassar bernama Syaiful Anwar. Selanjutnya dua staf DPRD yaitu Sariana dan fotografer humas Muhammad Akbar Basri.
Keempat seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bernama Budi. Korban meninggal akibat lompat dari lantai 4 gedung DPRD saat terjadi kebakaran.
Setelah massa membakar gedung DPRD Makassar, massa menuju ke kantor DPR Sulsel. Massa aksi kembali membakar berkas-berkas dan kursi kemudian merembes sampai gedung DPRD Sulsel. (*)










