Home / Kriminal

Selasa, 31 Oktober 2023 16:21- WIB

Kasus Dugaan Korupsi Dinas Pertanian, Polres Bulukumba Selamatkan Uang Negara Rp240 Juta

Kapolres Bulukumba AKBP Supryanto.

Kapolres Bulukumba AKBP Supryanto.

BULUKUMBA, Merata.Net – Kerja keras penyidik Tipidkor Sat Reskrim Polres Bulukumba, membuahkan hasil. Terkuaknya dugaan korupsi.

Kasus yang menyeret Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bulukumba ini, tidak tanggung-tanggung berpotensi merugikan negara ratusan juta rupiah.

Kapolres Bulukumba AKBP Supryanto, SIK, MSi melalui Kasat Reskrim AKP Abustam, SH, MH dalam keterangannya menyampaikan, Unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Bulukumba berhasil menyelamatkan uang negara sebanyak Rp240 juta.

Lebih jauh kata AKP Abustam, kasus dugaan korupsi yang tengah bergulir di meja aparat hukum Polres Bulukumba terkait dugaan korupsi bantuan program pangan lestari (P2L).

Sementara itu, Kanit Tipidkor Sat Reskrim Polres Bulukumba Iptu Dodie Ramaputra, SH, MH menjelaskan, dari hasil pemeriksaan dugaan Tindak Pidana Korupsi atas Bantuan Program Pangan Lestari (P2L) pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bulukumba yang bersumber dari APBN T.A. 2022 telah ditemukan kerugian negara. Berdasarkan hasil Audit dari Inspektorat Kabupaten Bulukumba.

Baca Juga  Polsek Mamajang Ungkap Pelaku Pengeroyokan di Jalan Onta Lama

Dari fakta penyelidikan, kata Iptu Dodie terduga pelaku AAM melakukan pemotongan anggaran sebanyak Rp20 juta terhadap 12 Kelompok Wanita Tani (KWT).

“Pengungkapan dari proses penyelidikan membuat terduga pelaku melalui keluarganya bersedia melakukan pengembalian uang negara, dengan menyetorkan langsung ke Kas Daerah. Proses ini terlaksana melalui kerjasama dan koordinasi Kepolisian dengan Inspektorat selaku APIP,” papar Iptu Dodie.

Baca Juga  Sejumlah Tersangka Dugaan Korupsi RS Batua Resmi di Tahan

Iptu Dodie melanjutkan, perkara korupsi tentu tidak terlepas dari kerugian negara. Namun jika yang bersangkutan mampu mengembalikan kerugian negara (recovery aset) maka kasusnya tidak dapat ditingkatkan ke tahap Penyidikan.

“Kecuali pengembalian uang negara dilakukan saat proses penyidikan maka proses hukumnya tidak akan gugur,” sebut Kanit Tipidkor. Dengan dikembalikannya uang tersebut, maka kasus ini dihentikan.

Secara umum dalam pelaksanaan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) terdiri dari komponen sarana perbenihan, demplot, pertanaman dan sarana pasca panen. Yang diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan peningkatan pendapatan. (*)

Share :

Baca Juga

Indonesiaku

Penasehat Hukum Masih Berpikir Ajukan Banding Atas Vonis 5 Tahun NA

Kriminal

Polres Palopo Stop Kasus Nota BBM Fiktif, GAM Luwu Raya Minta Kasus Dilanjutkan

Kriminal

Kini Giliran 3 Pegawai Lapas yang Diperiksa Polda Sulsel Terkait Kematian Napi Narkoba Andi Lolo

Kriminal

Wali Kota Danny Minta Polisi Usut Kasus Penembakan Pegawai Dishub Makassar

Kriminal

Pemuda di Makassar Keroyok Seorang Supir karena Tidak Terima Temannya Ditangkap Polisi

Kriminal

Oknum Polisi Polda Sulsel Dicopot dari Jabatannya karena Diduga Rudapaksa Anak di Bawah Umur

Kriminal

Menelusuri Jejak Dana Dugaan Korupsi Bantuan UPPO, Kejari Bulukumba Geledah Kantor Dinas PPH

Kriminal

Berikut Penjelasan Ketua KPK Firli Bahuri Terkait Foto di Lapangan Bulutangkis