Home / Indonesiaku / Komunitas

Minggu, 16 Januari 2022 14:33- WIB

400 Kader Pemuda Pancasila Sulsel Jalani Diklat Kesamaptaan

MAKASSAR, MERATA.NET- Sebanyak 400 kader KOTI (Komando Inti) Mahatidana Pemuda Pancasila dari 18 Kab/Kota se-Sulawesi Selatan mengikuti pendidikan dan latihan (Diklat) Kesamaptaan dan Pembaretan angkatan I tahun 2022 yang berlangsung selama 2 (dua) 14-15 Januari 2022 bertempat di dua lokasi berbeda.

Hari pertama berlangsung di SPN Batua, kader ormas loreng oranye hitam ini dicecar materi diklat seperti fisik, wawasan kebangsaan, PBB, pengetahuan Hukum dan wawasan kelembagaan KOTI.

Selanjutnya Hari kedua digelar di markas KOTI Mahatidana PP Sulsel Jl. Topaz Raya namun sebelumnya para peserta melakukan long march dari SPN Batua ke Markas KOTI.

“Dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbil alamin, Diklat Kesamaptaan dan Pembaretan KOTI Mahatidana Pemuda Pancasila Se-Sulsel angkatan pertama resmi ditutup dan terimakasih kepada seluruh Ketua MPC PP yang telah mengirimkan kadernya untuk mengikuti diklat ini semoga apa yang diperoleh selama kegiatan berlangsung bisa bermanfaat untuk kemudian ditransformasikan ilmu itu di daerah masing masing”, ucap Ketua MPW Pemuda Pancasila Sulsel, St. Diza Rasyid Ali dalam sambutannya sekaligus menutup kegiatan Diklat, sabtu sore (15/1/2022) kemarin.

Baca Juga  Pemprov Sulsel Apresiasi Capaian Bea Cukai Bersama Forkopimda

Mantan manajer Persija Jakarta ini pun menambahkan diklat kesamaptaan ini salah satu program membentuk kader yang berjiwa Pancasilais olehnya itu bagi orang yang diluar sana yang memandang PP sebagai preman, Diza Ali minta tidak usah ditanggapi karena mereka tidak melihat lebih dalam apa yang ada di PP.

“Lebih baik dari haram jadah ke sajadah daripada dari sajadah ke haram jadah, inilah PP tempat dimana orang tidak mendapat perlakuan yang baik dari masyarakat tapi PP bisa merubahnya menjadi orang baik dan berguna bagi masyarakat”, tambah Diza Ali.

Pelatihan kader Pemuda Pancasila Sulsel di SPN Batua. Foto/Ist

Ditempat yang sama, Ketua OK MPW Pemuda Pancasila Sulsel Zulkifli Thahir menyebut kegiatan yang dilakukan oleh lembaga KOTI Mahatidana PP Sulsel adalah bagian konsolidasi organisasi yang wajib dilaksanakan ke semua tingkatan selain membentuk karakter kader yang siap secara fisik maupun mental tentu membantu jalannya roda organisasi PP di daerah khususnya KOTI Mahatidana Pemuda Pancasila.

Baca Juga  Tarif Masuk Jalan Tol Makassar Hari Ini Alami Kenaikan, Berikut Rinciannya

“Hal ini penting untuk dilakukan di semua tingkatan, baik di MPC maupun badan dan lembaga PP agar seluruh kader PP se-Sulsel dapat menimba ilmu dan pmengembangkan wawasan kebangsaannya selain latihan fisik dan penempaan mental juga bisa mengamalkan nilai nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sehingga paradigma masyarakat tentang PP lambat laun berubah”, jelas Zulkifli Thahir.

Sementara Komandan KOTI Mahatidana Pemuda Pancasila Sulsel, Usman mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta yang berasal dari 18 kab/kota telah meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan materinya mengikuti dilkat kesamaptaan dan pembaretan ini.

“Terimakasih kepada seluruh kader yang sudah mengikuti diklat ini, kami berharap apa yang diperoleh saat diklat bisa bermanfaat dan insya Allah diklat ini akan menjadi program kerja KOTI untuk terus dilaksanakan minimal 2 kali setahun. Sebenarnya kegiatan ini sudah terlaksana tahun 2020 namun karena pandemi covid-19 sehingga baru tahun ini bisa kami realisasikan”, pungkas Usman.(*)

Share :

Baca Juga

Indonesiaku

Hadiri Hayyu Menyeduh, Anggota DPR Rudy Mas’ud Apresiasi Barista

Komunitas

Pertina Makassar Dukung Ahmad Susanto Nakhodai KONI Makassar

Komunitas

Komaruddin Simanjuntak Akan Lantik Harpen Reza Ali Sebagai Ketua Pertina Sulsel

Indonesiaku

Timnas U-19 Tancap Gas Menatap Kualifikasi Piala AFC U-20 2023

Indonesiaku

Kapal Tunda PELINDO Responsif Bantu Padamkan Kebakaran KM Umsini

Bisnis

Telkomsel Imbau Pelanggan Waspada Kejahatan Modus Penipuan Unduh File .APK

Bisnis

PMSM Sulsel Gelar Seminar Human Resource : Peran Strategis HR Sebagai Business Partner

Indonesiaku

Aktivis Bantaeng : Hukuman 5 Tahun NA Terlalu Rendah