Home / Hukum

Senin, 11 Maret 2024 10:01- WIB

Dirlantas: Angka Laka Lantas Turun di Hari ke-7 Ops Keselamatan Pallawa 2024

MAKASSAR, Merata.Net – Operasi Keselamatan Pallawa-2024 akan memasuki hari kedelapan.

Hal ini menandakan setengah dari pelaksanaan Operasi sudah dilaksanakan, dari rencana pelaksanaan selama 14 hari atau sampai dengan 17 Maret 2024.

Selama tujuh hari pelaksanaan Operasi, beberapa catatan dapat dirangkum dari Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol Dr. I Made Agus Prasatya, S.I.K., M.H. yang bertindak sebagai Kepala Operasi Tk. Polda (Kaopsda) dalam Operasi Keselamatan Pallawa-2024 yang dilaksaksanakan oleh Polda Sulsel dan Jajarannya.

“Tujuh hari pelaksanaan operasi, situasi Kamseltibcar Lantas di wilayah Polda Sulsel dalam keadaan terkendali” ucap Dirlantas Polda Sulsel, Minggu (10/03/2024).

Sesuai dengan target operasi yakni meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, menurunnya angka fatalitas korban laka lantas dan pelanggaran lalu lintas, cukup berhasil sampai sejauh ini. Kata Kombes Pol Dr. I Made Agus Prasatya, S.I.K., M.H.

“Sampai dengan perhari ini, jika dibandingkan dengan periode tanggal yang sama di Tahun 2023 secara kuantitas jumlah laka lantas dapat kita tekan sebanyak 59% atau turun dari 145 kasus menjadi 59 kasus,” Jelas Dirlantas Polda Sulsel

Baca Juga  Pj Gubernur Bahtiar Lepas Operasi Mantap Brata Pengamanan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024

Lanjutnya, sedangkan untuk fatalitas korban meninggal dunia (MD) turun 59% dari 27 meninggal dunia menjadi 11 jiwa dan korban luka berat dari 9 orang menjadi nihil di tujuh hari pelaksanaan operasi ini.

Catatan lain ikut dibeberkan Kombes Pol Dr. I Made Agus Prastya, S.I.K., M.Hum bahwa selama pelaksanaan operasi, kinerja ETLE juga telah merekam sebanyak 188.466 pelanggaran yang tersebar di Kabupaten/Kota yang ada di Wilayah hukum Polda Sulsel.

“Diantara pelanggaran tersebut ada satu pelanggaran yang sempat menarik perhatian banyak netizen atau viral yakni aksi freestyle liar di Jl. AP. Pettarani namun berkat bantuan dari kamera ETLE akhirnya dapat kita tindak pelanggarnya” Ungkapnya.

Optimalisasi penegakan hukum (Gakkum) melalui ETLE dan tindakan teguran ini sesuai dengan petunjuk Operasi dan telah kami sampaikan ke jajaran agar dimaksimalkan. Jelas Dirlantas Polda Sulsel

Baca Juga  Resmikan Masjid Akbar Lapppariaja, Gubernur Sulsel Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid dan Beri Kenyamanan Bagi Musafir

“Untuk teguran terhadap pelanggaran yang diluar prioritas penindakan dalam operasi ini telah lakukan sebanyak 4018 tindakan kepada pelanggar,” Tambahnya.

Menurut Kombes Pol Dr. I Made Agus Prasatya, S.I.K., M.Hum., capaian sementara keberhasilan pelaksanaan Operasi Keselamatan Pallawa-2024 ini tentunya tidak terlepas dari peran serta masyarakat dan para Kasatlantas jajaran yang telah sungguh-sungguh menjalankan tugas sesuai arahan pimpinan.

“Jadi Pelaksanaan Operasi Keselamatan Pallawa-2024 ini, juga menujukkan tren positif jika dibandingkan dengan operasi yang sama di Tahun 2023, baik secara kuantitas maupun kualitas” bebernya.

Dengan mengedepankan kegiatan preemtif yang masif dilaksanakan baik penyuluhan secara langsung atau melalui media cetak dan elektronik khususnya media sosial serta kegiatan preventif melalui pengaturan, penjagaan dan patroli, dapat kita lihat hasilnya dari capaian target dengan menurunnya kecelakaan lalu lintas baik secara kualitas maupun kuantitas. Pungkas Dirlantas Polda Sulsel. (*)

Share :

Baca Juga

Hukum

Larang Wartawan TV Nasional Liput Surat Suara Rusak, Sikap Oknum Polisi di Bulukumba Dinilai Arogan

Hukum

Tim Hukum Caleg Gerindra, Nunung Dasniar Datangi Bawaslu Makassar

Hukum

Ditlantas Polda Sulsel Siap Gelar Operasi Keselamatan Pallawa 2024, Ini Sasarannya!

Hukum

Mobil Truk di Bone Ditegur Polantas, Kedapatan Angkut Penumpang

Hukum

LBH Pers Makassar Dampingi Jurnalis Tolak Beri Keterangan di Polrestabes

Hukum

Ops Ketupat Pallawa 2024 Resmi Berakhir, Sukses Menekan Angka Kecelakaan Lalin

Hukum

Wakapolres Enrekang, Kompol Sulkarnaen Kunjungi Mako Polsek Tertinggi di Enrekang

Hukum

Konflik Perbatasan Pemukiman dengan PT Pertamina dan Pearl Flour Mills, Warga Ujung Tanah Terancam Tergusur