BONE, Merata.Net – Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP., M.M., melakukan kunjungan ke Desa Mappalo Ulaweng, Kecamatan Awangpone, Jumat (28/11/2025).
Kunjungan ini bertujuan meninjau lokasi pelebaran dan lahan yang terdampak pembangunan Bandara Arung Palakka Bone.
Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menekankan pentingnya memastikan proses pembangunan bandara berjalan lancar dan memperhatikan hak-hak masyarakat terdampak.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan Bandara Arung Palakka memberikan manfaat bagi masyarakat dan dilakukan dengan cara yang adil dan transparan,” ujarnya.
Kunjungan ini juga merupakan upaya pemerintah untuk mendengar aspirasi dan kebutuhan masyarakat terdampak, serta mencari solusi terbaik dalam proses pengadaan lahan.
Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas sambil memperhatikan kesejahteraan masyarakat.
Seelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memacu pemerataan pembangunan infrastruktur transportasi.
Kali ini, fokus tertuju pada rencana perpanjangan landasan pacu (runway) Bandar Udara Arung Palakka di Desa Mappalo Ulaweng, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan Bandara Arung Palakka mampu melayani kepentingan umum secara lebih luas, sekaligus menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih efisien, khususnya pada sektor industri, perdagangan, dan pariwisata.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Persiapan, Ishaq Iskandar, menegaskan urgensi proyek ini bagi masyarakat Bone dan sekitarnya.
“Bahwa kehadiran Bandara Arung Palakka dengan runway yang lebih panjang, dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat di daerah Bone dan sekitarnya,” ungkap Ishaq Iskandar, Selasa, (25/11/2025).
Peningkatan kualitas infrastruktur ini tidak hanya berfokus pada modernisasi fisik, tetapi juga pemenuhan standar keselamatan penerbangan yang ketat. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan bandara yang aman, nyaman, dan mendukung operasional penerbangan yang optimal.
Terkait kebutuhan lahan, Pemprov Sulsel merencanakan pengadaan tanah seluas 219.049 meter persegi atau sekitar 21,9 hektar. (**)










