Home / Indonesiaku

Rabu, 28 Agustus 2024 13:14- WIB

LAZ Hadji Kalla Hadirkan Program Bina Agama Tunarungu, Ciptakan Ruang Belajar Inklusif

MAKASSAR, Merata.Net – Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas keislaman masyarakat, LAZ Hadji Kalla menghadirkan program Bina Agama Tunarungu untuk mengatasi kesenjangan terhadap akses pendidikan dan informasi agama yang masih minim.

Program ini memastikan bahwa setiap individu dapat memperdalam ilmu agama tanpa memandang keterbatasannya. Program ini dilaksanakan di Masjid Namirraj Rappocini, Rabu (28/8/2024).

Program ini secara rutin akan dilaksanakan dua kali dalam seminggu mulai dari periode Agustus hingga Oktober 2024 nanti di Masjid Rahmatul Ilham Kantor Walikota dan Masjid Namirraj Rappocini, sehingga bisa menjadi sarana yang lebih inklusif untuk memperoleh pemahaman keagamaan yang setara dengan masyarakat lainnya.

Sebelumnya tim Islamic Care LAZ Hadji Kalla telah melakukan berbagai audiensi, diskusi dan FGD dengan berbagai pihak terkait untuk perencanaan dan implementasi progam Bina Agama Tunarungu.

Dengan harapan program ini bisa memberikan akses pendidikan agama Islam yang lebih baik bagi komunitas tunarungu yang seringkali terabaikan dalam pendidikan formal akibat keterbatasan fasilitas dan dukungan.

Baca Juga  Tambah Stok Darah di PMI Sulsel, Direksi Hingga Staf PDAM Makassar Ikut Donor Darah

Salman Febriyansyah, selaku Program Manager Islamic Care LAZ Hadji Kalla menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen LAZ Hadji Kalla untuk menciptakan ruang belajar agama yang inklusif bagi seluruh umat, tanpa terkecuali.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal dalam pemahaman agama, termasuk saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan pendengaran. Melalui program ini, kami berharap mereka dapat memperdalam keimanan dan pengetahuan agama,” ujarnya.

Sejak tahun 2023 lalu LAZ Hadji Kalla telah memulai program ini dengan cara syiar keagamaan melalui platform YouTube dengan menggandeng penceramah lokal yang videonya diberikan penerjemah bahasa isyarat, sehingga para penyandang tunarungu juga bisa mendapatkan tambahan informasi terkait ilmu agama melalui video tersebut.

Di tahun ini, program Bina Agama Tunarungu terus dikembangkan dengan kajian rutin serta pembelajaran lainnya yang diadakan di masjid dengan lokasi strategis yang mudah diakses oleh komunitas tunarungu.

Baca Juga  Presiden Jokowi Tiba di Washington DC Siap Hadiri KTT AS-ASEAN

Dalam program ini, LAZ Hadji Kalla berkolaborasi bersama GERKATIN (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia), organisasi yang bergerak dalam pemberdayaan tunarungu ini turut berpartisipasi sebagai implementor penerjemah isyarat, memastikan bahwa seluruh peserta dapat mengikuti kajian dengan baik.

Salah seorang peserta, Islamiyah, mengungkapkan rasa syukurnya bisa mengikuti program ini, melalui penerjemah ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada LAZ Hadji Kalla.

“Saya merasa sangat terbantu dengan adanya kajian ini. Selama ini, sulit bagi saya untuk mendapatkan informasi tentang agama. Dengan adanya penerjemah isyarat, saya jadi lebih paham tentang pentingnya sholat dan bagaimana kita harus mempersiapkan diri menghadapi hari akhir,” ungkapnya.

Program Bina Agama Tunarungu ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran agama inklusif yang dapat diimplementasikan di berbagai daerah lain, guna memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan hak yang sama dalam memahami ajaran Islam. (*)

Share :

Baca Juga

Indonesiaku

Desa Energi Berdikari: PIS Dorong Ekonomi Hijau Untuk Masyarakat Pesisir di Bali

Indonesiaku

Operasi Lilin 2023 Berakhir, Dirlantas Polda Sulsel: Semua Terkendali

Indonesiaku

Telkomsel Dukung Pemberdayaan Seniman Disabilitas

Indonesiaku

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrim untuk Wilayah Sulsel

Indonesiaku

Kasus Pertama Varian Omicron Terdeteksi di Wisma Atlet

Indonesiaku

Kemenkes Bikin Aplikasi TeleJamaah Puskes Haji, Permudah Pemantauan Kondisi Jamaah Haji

Indonesiaku

Gojek Berikan Beasiswa Kepada Anak Mitra Driver di Makassar

Indonesiaku

PSMTI Gelar Munas di Makassar, Diawali Vaksinasi Massal Berhadiah Rumah