Home / Indonesiaku

Selasa, 15 Maret 2022 18:27- WIB

Desak Kemandirian Nasional di Bidang Kesehatan, GAM Datangi Kantor Dinkes Sulsel

Makassar, Merata.Net – Mendesak Kemandirian Nasional Dalam Bidang Kesehatan, Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) melakukan aksi unjuk rasa di Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel serta di pertigaan Jalan AP Pettarani- Hertasning, Selasa, (15/03/2022) siang.

Mereka berorasi secara bergantian di depan Dinas Kesehatan dengan membawa Tuntutan Mendesak Kemandirian Nasional dalam bidang kesehatan.

Menurut GAM, tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) itu harus di terapkan di Sulawesi Selatan demi mendorong kemandirian Alat Kesehatan dalam Negeri.

Kompas selaku jendral Lapangan dalam orasinya mengatakan, mulai masuknya covid19 pada tahun 2019 di Indonesia, tingkat kebutuhan permintaan alat kesehatan dan obat-obatan itu meningkat.

“Data yang kami peroleh itu semenjak 2019-2022 saat ini transaksi produk Tanpa TKDN atau AKL sebesar 78% sedangkan TKDN atau AKD hanya sebesar 22% ini membuktikan bahwa impor masih terus mendominasi. Padahal dalam rangka menguatkan industri dalam negeri pemerintah sudah membuat aturan lewat Menteri Perindustrian melalui Permenprin no 16 tahun 2020 tentang tingkat komponen dalam negri (TKDN) dan di dukung oleh Perpres No 12 Tahun 2021,” ujarnya saat berorasi.

Baca Juga  Sambut Ramadan 2024, Phinisi Hospitality Indonesia Kembali Bersih-bersih Masjid

Sama juga tentang tingkat komponen dalam negri (TKDN) ditambah bobot Manfaat perusahaan (BPM) paling sedikit 40 persen.

Lanjut, Kompas mengatakan Dinas Kesehatan Provinsi sul-sel harus memperhatikan TKDN ketika ingin melakukan Pembelanjaan alat kesehatan dan obat-obatan seperti yang diatur pemerintah TKDN paling sedikit haru 40% produk dalam negeri.

Tetta selaku kordinator mimbar dalam orasinya menyampaikan industri farmasi saat ini masih terkendala di produksi bahan baku

90 persen, bahan baku itu di impor,
yang menjadi kendala kenapa bahan baku kita masih impor itu, karna ± 200 industri farmasi swasta hanya menginvestasikan 2,5% di RnD untuk penemuan bahan baku.

Baca Juga  GAM Gelar Aksi Tolak RKUHP di Makassar

“kami menganggap untuk melakukan penemuan bahan baku obat & alat kesehatan itu tergolong masih sedikit
industri farmasi swasta seharusnya meningkatkan investasi demi terwujudnya kemandirian nasional di dalam bidang kesehatan,” tutup Tetta.

Kepala bidang sumber daya kesehatan
dinas Kesehatan Provinsi, Ardadi saat melakukan hearing dengan beberapa kader GAM mengatakan, dalam situasi seperti ini, kita semua perlu terlibat panjang didalam mendorong kemandirian Nasional dibidang kesehatan.

“Kami dari dinas kesehatan Provinsi mendukung langkah teman-teman GAM untuk kita sama-sama mengkampanyekan cinta produk Lokal dan semua rumah sakit yang ada di Sulsel, wajib menerapkan TKDN tersebut.

Aksi tersebut berlangsung selama 2 jam lebih didepan Dinas Kesehatan Prov Sulsel dan dilanjutkan di Pertigaan Hertasning Pettarani, dan massa aksi sempat melakukan pembakaran ban di depan dinas kesehatan Provinsi Sulsel. (Hks)

Share :

Baca Juga

Indonesiaku

KALLA Bersama Pemprov Sulsel Perkuat Komitmen Rehabilitasi Mangrove dan Pemberdayaan Masyarakat

Indonesiaku

Sebanyak 52 Lods di Pasar Kampung Baru Disegel Perumda Pasar Makassar

Indonesiaku

Indomaret Serahkan Bantuan Sapi Kurban ke Pemkot Makassar

Indonesiaku

Demo Imigran Afganistan di Makassar Berakhir Ricuh

Indonesiaku

Hari ke-14 Operasi Keselamatan Pallawa-2023, Kepolisian Layangkan 8.137 Teguran ke Pelanggar

Indonesiaku

Gerak Cepat Petugas Perumda Air Minum Kota Makassar Tangani Kebocoran Pipa

Indonesiaku

Timnas Indonesia U-20 Bekuk Vietnam 3-2, Lolos Piala Asia 2023

Indonesiaku

Estafet Peduli Bumi Asuransi Astra Berikan
Edukasi Safety Riding Kepada Para Pelajar di SMKN 7 Makassar