Home / Pemerintahan

Kamis, 28 Juli 2022 17:26- WIB

Zero Anjal dan Gepeng, Wawali Fatma Pimpin Langsung Razia di Makassar

Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi (kanan) saat memimpin langsung razia anjal-gepeng di Makassar, Kamis (28/7/2022). FOTO/Gunadi

Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi (kanan) saat memimpin langsung razia anjal-gepeng di Makassar, Kamis (28/7/2022). FOTO/Gunadi

Makassar, Merata.Net – Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, memimpin razia anak jalanan, gelandangan, dan pengemis (anjal-gepeng) dengan menyisir jalan protokol di Kota Makassar, Rabu (27/7/2022).

Razia itu dimulai dengan melakukan apel bersama Tim Terpadu Dinas Sosial, Dinas Pemberdyaaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), Dinas Pendidikan, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Makassar.

Penjaringan anak jalanan dimulai dengan menyisir Jalan Ahmad Yani, Jenderal Sudirman, Dr. Ratulangi, Andi Djemma, Veteran Selatan, dan Veteran Utara,

Berlanjut ke Jalan Masjid Raya, Urip Sumoharjo, Fly Over, A.P. Pettarani, Letjen Hertasning, Adhyaksa, Boulevard, dan sepanjang Pengayoman.

Baca Juga  Bau Menyengat dari TPA Antang, Pemkot Makassar Sampaikan Permohonan Maaf

Fatmawati menegaskan razia ini dilakukan sebagai upaya pemerintah kota agar terbebas dari anjal-gepeng. Apalagi baru-baru ini, Makassar meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA).

“Kita mau zero anjal-gepeng di Kota Makassar, jadi ini (aktivitas mereka) harus diminimalisir,” tegas Fatma.

Mereka yang terjaring selanjutnya dibawa ke Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) milik Dinas Sosial di Jalan Abdullah Dg. Sirua untuk diasesmen.

“Di sini kita asesmen lalu kita karantina dan kita juga berikan pendampingan. Di sini juga terlibat DPPPA untuk pendampingan kepada anak-anak. Intinya keluar dari sini mereka tidak lagi turun ke jalan,” tuturnya.

Baca Juga  Gubernur Sulsel Serahkan SK Kenaikan Jabatan Fungsional 856 PNS

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Makassar, Aulia Arsyad, menyebutkan ada 12 orang anjal-gepeng yang terjaring razia. Rinciannya, 7 anak dan 5 orang dewasa.

“Mereka kita karantina selama tiga hari di sini,” ucap Aulia.

Pihaknya juga melakukan pendataan, khususnya bagi anak-anak. Hal ini juga sekaitan dengan program Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto, yakni semua anak harus sekolah.

“Jadi anak-anak yang putus sekolah kita data dan datanya kita serahkan ke Dinas Pendidikan untuk difasilitasi agar bisa tetap bersekolah,” tuturnya. (*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Pakar Unhas Nilai Gugatan Perwali RT/RW ke PTUN, Tidak Sesuai Kompetensi Absolut

Pemerintahan

Pemkot Makassar Terima Penghargaan atas Pelestarian dan Perlindungan Bahasa Daerah

Pemerintahan

Jaksa Agung Harap POR HBA ke-63 Tingkatkan Kualitas SDM Kejaksaan

Pemerintahan

Kebut Vaksinasi, Disdik Sulsel Libatkan Pelajar, Guru Beserta Keluarganya

Pemerintahan

Wali Kota Appi Imbau Warga Tak Terprovokasi, Jaga Kondusifitas Kota Makassar

Pemerintahan

Pemkot Makassar Lelang Nasional 9 Kursi Jabatan Eselon II

Pemerintahan

Dukungan Studi Kelayakan Gubernur Sulsel, Kini Kawasan Industri Bantaeng Dilirik Investor

Pemerintahan

Sejalan Arahan Plt Gubernur, Asisten III Sulsel Minta OPD Wujudkan Pemerintahan Bersih Melayani