Home / Pemerintahan

Jumat, 21 Februari 2025 19:32- WIB

Pemkot Makassar Terima Penghargaan atas Pelestarian dan Perlindungan Bahasa Daerah

MAKASSAR, Merata.Net – Pemerintah Kota Makassar menerima penghargaan atas peran sertanya dalam pelestarian dan perlindungan bahasa daerah melalui penerbitan regulasi terkait bahasa ibu.

Penghargaan ini diberikan oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dalam acara yang berlangsung di Ballroom Menara Pinisi, Universitas Negeri Makassar (UNM), pada Jumat, 21 Februari 2025.

Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Plt. Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Dewi Pridayanti, mewakili Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen, Hafidz Muksin.

Dewi Pridayanti mengatakan Pemkot Makassar dinilai berjasa dalam upaya pelestarian bahasa daerah. Hal itu dibuktikan dengan terbitnya regulasi Wali Kota Makassar pada 24 Desember 2024.

“Regulasi ini menetapkan muatan lokal wajib bahasa Makassar sebagai mata pelajaran di tingkat sekolah dasar dan menengah atas,” katanya, pagi tadi.

Baca Juga  Pjs Wali Kota Makassar, Andi Arwin Azis Diganjar Penghargaan Upakarya Wanua Nugraha dari Kemendagri

Selain Wali Kota Makassar, penghargaan serupa juga diberikan kepada Wali Kota Parepare atas kepeduliannya dalam melestarikan bahasa daerah.

Ia menjelaskan, pemberian penghargaan ini dilakukan dalam rangkaian acara Seminar Bahasa Ibu Nasional yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional.

Pihaknya mengharapkan penghargaan ini dapat mendorong Pemerintah Kota Makassar beserta pemangku kepentingan lainnya untuk terus meningkatkan upaya pelestarian bahasa daerah.

Dewi mengapresiasi terbitnya regulasi ini lantaran dapat mencegah kepunahan bahasa daerah dengan mengenalkan dan mengajarkannya kepada siswa sejak dini.

Seminar Bahasa Ibu Sulawesi Selatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Pelestari Bahasa Daerah (HPBD) dan Perhimpunan Pendidik Bahasa Daerah Indonesia (PPBDI) Sulawesi Selatan berhasil menarik perhatian sekitar 400 peserta.

Baca Juga  Bersama Dirut MRT Jakarta, Plt Gubernur Penjajakan MRT Mamminasata

Acara yang digelar di Gedung Pinisi UNM ini menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian dan pengembangan bahasa daerah, khususnya bahasa Makassar, Bugis, Toraja, dan Mandar.

Dengan tema Membangun Kesadaran Global dalam Pelestarian Bahasa Daerah: Makassar, Bugis, Toraja, dan Mandar, seminar ini dihadiri oleh pelajar, mahasiswa, akademisi, budayawan, pendidik, serta pemerhati bahasa.

Para peserta berdiskusi mengenai pentingnya mempertahankan bahasa ibu sebagai bagian dari identitas budaya di tengah arus globalisasi yang semakin berkembang.

Seminar ini menjadi langkah awal yang konkret dalam menjaga eksistensi bahasa daerah di Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat komitmen untuk melestarikan bahasa ibu sebagai bagian penting dari warisan budaya dan identitas bangsa. (*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Danny Pomanto Resmi Teken Perjanjian Kerjasama PSEL Makassar, Akhir Tahun Ground Breaking

Pemerintahan

Wali Kota Appi Tinjau Lahan Alternatif Pekuburan di Maros

Pemerintahan

Peringatan Peristiwa Westerling, Pemkot Makassar Serahkan Bantuan ke LVRI Sulsel

Pemerintahan

Makassar Tembus 892 Kasus COVID-19, Keterisian BOR di RS Makassar 9,61 Persen

Pemerintahan

Danny Pomanto Jamu Duta Besar Perancis, Sajikan Kuliner Khas dan Kenalkan Festival Delapan

Pemerintahan

Gubernur Andi Sudirman Terima WNI asal Sulsel yang Telah Dievakuasi dari Sudan

Pemerintahan

Munafri dan Coach Darije Kobarkan Semangat Kejayaan Juku Eja

Pemerintahan

Wali Kota Makassar Buka HIPMI Sulsel Sport Cup 2025