Home / Pemerintahan

Sabtu, 22 Oktober 2022 10:48- WIB

Prihatin Kasus Ginjal Akut Pada Anak, Ini Intruksi Wali Kota Makassar

Ilustrasi pasien anak. SHUTTERSTOCK/sumroeng chinnapan)

Ilustrasi pasien anak. SHUTTERSTOCK/sumroeng chinnapan)

Makassar, Merata.Net – Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, turut prihatin dengan tingginya kasus anak yang menderita gagal ginjal akut.

Danny mengintruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar agar segera melakukan sidak usai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik lima obat sirop pada anak di peredaran.

Obat tersebut ditarik karena mengandung Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang melebihi ambang batas aman.

Kelimanya, yakni Termorex Sirup produksi PT Konimex, Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu) produksi PT Yarindo Farmatama, Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu) produksi Universal Pharmaceutical Industries, Unibebi Demam Sirup (obat demam) produksi Universal Pharmaceutical Industries, dan Unibebi Demam Drops (obat demam) produksi Universal Pharmaceutical Industries.

“Jadi otorisasi pengawasan itu, kan, ada di Dinkes dan itu dibantu Satpol PP. Harus ada (sidak). Segera kami persiapkan untuk menertibkan ini,” kata Danny, Jumat (21/10/2022).

Baca Juga  Fatmawati Rusdi Minta Direksi Perumda Paparkan Hal Ini Saat Rakor

Danny juga mengimbau seluruh apotek untuk tidak lagi menjual obat yang dilarang BPOM demi kesehatan masyarakat Makassar, khususnya anak-anak.

“Saya juga minta apotek dengan kesadaran sendiri untuk melakukan penarikan sebelum penegakan pelarangan ini dilakukan secara masif,” ujarnya.

Meski belum ada kasus gagal ginjal akut pada anak di Makassar, Danny meminta Dinkes untuk memantau anak-anak yang dirawat di rumah sakit.

“Kita juga mengimbau kepada semua keluarga terutama ibu-ibu kalau ada anaknya yang sakit untuk memanfaatkan layanan 112 agar bisa kita monitor,” imbau Danny.

Dengan masuknya laporan di layanan Call Center 112, Danny berharap kondisi kesehatan anak-anak Makassar lebih terpantau.

Apalagi, kata dia, kasus gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak banyak terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

Baca Juga  Appi Siapkan Konsep Baru, Pasar Sentral Ditarget Kembali Jadi Pusat Ekonomi Rakyat

“Dengan layanan 112 kita bisa lebih memonitor hal-hal seperti ini. Saya juga sudah memerintahkan Dinkes untuk mencermati apa yang terjadi di rumah sakit,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinkes Makassar, Nursaidah Sirajuddin, mengatakan telah mengeluarkan surat pemberitahuan kepada penanggung jawab rumah sakit, puskesmas, klinik, apotek, dan toko obat se-Makassar.

Dalam pemberitahuan Nomor: 440/2670/PSDK/X/2022 yang diterbitkan Dinkes Makassar pada 20 Oktober diimbau tenaga kesehatan pada fasilitas layanan kesehatan untuk tidak meresepkan obat bebas dan/atau bebas terbatas dalam bentuk sirop kepada masyarakat.

“Seluruh apotek dan toko obat tidak menjual obat bebas dan/atau bebas terbatas dalam bentuk sioup, sampai dilakukan pengumuman resmi oleh pemerintah sesuai ketentuan perundang-undangan,” kata Nursaidah. (*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Evaluasi OPD, Munafri: Triwulan I Penentu Arah, Jangan Salah Langkah di Awal

Pemerintahan

Pemkot Makassar Tawarkan Lokasi Pedagang Losari, CFD Panakkukang, Sudirman & MNEK

Pemerintahan

Sapi Kurban Presiden Jokowi Dipotong di Selayar

Pemerintahan

Usai Dilantik Camat Rappocini Kumpulkan Lurah Bahas Ini

Pemerintahan

DKP Sulsel Gelar Pangan Murah, Ini Lokasinya di Makassar

Pemerintahan

PJ Sekda Makassar Dukung Pagelaran Pentas Seni Sekaligus Launching Lagu “Bombe Narkoba”

Pemerintahan

Wali Kota Danny Ground Breaking Revitalisasi Lapangan Karebosi, Hadirkan Taman Rekreasi dan Fasilitas Olahraga

Pemerintahan

Lorong Literasi Jadi Wajah Baru Pencerahan Kota Makassar