Home / Indonesiaku

Jumat, 16 Februari 2024 13:04- WIB

PPAI Minta Pemerintah Serius Tangani Permasalahan Hak Asuh Anak di Indonesia

MERATA.NET – Indonesia semakin marak dengan kasus perceraian yang berujung pada penculikan anak.

Hal ini mengakibatkan anak di Indonesia banyak yang tidak mendapatkan haknya dan kasih sayang dari orang tua, baik Ayah maupun Ibunya.

Salah satu yang mengalami hal tersebut, yaitu Tsania Marwah yang saat ini viral dengan kasus perebutan hak asuh anak.

Melalui perkumpulan ibu-ibu pejuang hak asuh anak yang bergabung dalam Pejuang Anak Indonesia (PAI), Tsania melakukan uji materil di Mahkamah Konstitusi dengan No. Perkara 140/PUU-XXI/2023 terkait dengan frasa “barangsiapa” dalam pasal 330
KUHP.

Kata dia, kasus tersebut berkekuatan hukum, namun ia tetap dipisahkan dengan kedua anaknya.

Baca Juga  Dua Kali Pecundangi Curacao di FIFA Matchday, Ranking Indonesia Melesat

“Putusan sudah ada namun pihak lawan tidak mau mengikuti amar putusan,”ungkap Tsania.

Tak hanya Tsania, hal serupa juga tengah dialami Aelyn Halim salah satu pemohon dalam uji materi 140/PUU-XXI/2023. Kata Aelyn, hak asuh anak saat ini menjadi keresahan para orang tua di Indonesia.

“Indonesia harus benar-benar berkaca dengan negara luar tentang cara menangani kasus ini,
istilah kami ada pemisahan paksa anak dengan ibu”

“Itu rasanya melawan kodrat kami sebagai
Ibu yang terus mempertanyakan tentang bagaimana cara manusia di muka bumi lahir tanpa keluar dari rahim seorang Ibu,” jelas Aelyn.

Melalui Perkumpulan Pejuang Anak Indonesia (PPAI), Aelyn yakin akan mendapat dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait untuk menindaklanjuti asus penculikan anak korban cerai oleh salah satu orang tua.

Baca Juga  120 Sapi Terpapar PMK, Mahasiswa Himakaha FK Unhas Bersama Puskeswan Maros Gelar Vaksinasi Gratis

Untuk tujuan sendiri, kata Aelyn, PPAI ingin memutus persoalan rebutan anak, hak anak harus menjadi prioritas yaitu
mendapat kasih sayang utuh bukan dipisahkan baik oleh ayah maupun ibu.

“Tidak ada yang kebal hukum, terutama si pemegang hak asuh harus mendapat kekuatan dari segi hukum serta kepastian hukum. Seorang Ibu naluri ibunya yaitu merawat, menjaga dan mendidik, Maka dari itu frasa ‘barangsiapam dalam pasal 330 KUHP dapat ditetapkan kepada ayah maupun ibu yang bukan pemegang hak asuh anak,” terangnya. (*)

Share :

Baca Juga

Indonesiaku

Hepatitis Akut Menular Lewat Saluran Cerna dan Pernapasan, Begini Cara Mencegahnya

Indonesiaku

Indikator Penanganan Covid-19 Konsisten Menunjukkan Perbaikan Seminggu Terakhir

Indonesiaku

Permudah Pemilik Kendaraan, Ditlantas Polda Sulsel Buat Layanan Khusus Update Data serta Registrasi Kode Batang Aplikasi Mypertamina

Indonesiaku

FOTO: Panglima TNI Laksamana Yudo Margono Mengecek Kesiapan Pengamanan KTT ASEAN 2023 di NTT

Indonesiaku

Operasi Patuh 2022: Satlantas Polrestabes Makassar ‘Tindak’ 2.381 Pelanggar

Indonesiaku

OPINI: Kemungkinan Culture Shock Masyarakat Penajam Paser Utara di Ibu Kota Negara Baru

Indonesiaku

Demo di Depan Mapolda Sulsel, FKR : Pecat Oknum Polisi yang Bunuh Andi Lolo

Indonesiaku

Antisipasi Kepadatan Kendaraan, Poros Limbung Dijaga Ketat Personel Polres Gowa