Home / Indonesiaku

Jumat, 7 November 2025 14:43- WIB

Australia dan Indonesia Memajukan Transisi Energi Bersih Melalui Perluasan Geotermal di Sumatra Barat

PADANG, Merata.Net – Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, mengunjungi pembangkit listrik tenaga panas bumi atau geotermal Muara Laboh di Sumatra Barat untuk menandai dimulainya perluasan proyek pembangkit listrik tersebut, sebuah tonggak penting dalam transisi energi bersih Indonesia.

Indonesia memiliki potensi geotermal terbesar di dunia dan memprioritaskan tenaga geotermal yang memanfaatkan panas alami bumi untuk menghasilkan sumber daya listrik dasar yang bersih, listrik beban dasar yang andal.

Wakil Duta Besar Kamath mengatakan dirinya senang dapat menyaksikan dimulainya proyek perluasan tersebut. “Australia dan Indonesia bekerja sama untuk memanfaatkan peluang ekonomi dari transisi energi yang inklusif. Proyek ini menunjukkan bagaimana mekanisme pembiayaan campuran dapat membuka akses modal swasta untuk proyek-proyek berdampak besar serta rendah karbon yang penting untuk mencapai target emisi nol bersih,” ujarnya.

Baca Juga  Demo Day Road to G20 Summit, Inovasi Baru Dalam Upaya Mengatasi Limbah Plastik di Indo-Pasifik

Australia menjadi katalisator dalam pembiayaan perluasan Muara Laboh dengan menyediakan pinjaman lunak sebesar USD $15 juta melalui Australian Climate Finance Partnership. Pinjaman ini merupakan bagian dari perjanjian pembiayaan senilai USD $92,6 juta antara Asian Development Bank dengan PT Supreme Energy Muara Laboh untuk Proyek Muara Laboh Unit 2.

Listrik yang dihasilkan dari pembangkit Muara Laboh akan berkontribusi pada campuran energi terbarukan di jaringan listrik Sumatra, yang akan memasok listrik untuk sekitar 435.000 rumah tangga.

Baca Juga  Australia dan Indonesia Bekerja Sama Memperkuat Keamanan Platform Daring bagi Anak

Perluasan Muara Laboh mengintegrasikan Rencana Aksi Gender yang mempromosikan kepemimpinan dan peluang kerja terampil bagi kaum perempuan, magang berbayar di bidang STEM untuk para lulusan perempuan, dan kebijakan SDM yang inklusif. Secara lebih luas, proyek yang diperkirakan akan selesai pada akhir 2027 ini, memprioritaskan penciptaan lapangan kerja lokal, keterlibatan masyarakat, dan pengelolaan lingkungan di Kabupaten Solok Selatan untuk memastikan transisi energi bermanfaat bagi masyarakat lokal.

Share :

Baca Juga

Indonesiaku

Organisasi Gereja Makassar Batalkan Kedatangan Pendeta Gilbert

Indonesiaku

Seorang Pria di Majene Bacok 5 Warga karena Terpengaruh Obat Terlarang

Indonesiaku

FOTO: Timnas Indonesia Taklukkan Curacao 3-2

Indonesiaku

HIPMI Talk di Makassar Hadirkan Waketum BPP HIPMI Berikan Kuliah Umum di UNM

Indonesiaku

Aston Makassar Serahkan Beasiswa untuk Mahasiswa Poltekpar Makassar

Indonesiaku

Kebakaran di Pasar Terong, 24 Lods Ludes Dilalap Si Jago Merah

Indonesiaku

Fase Pemulangan, Tidak Ada Karantina Terpusat Selama 21 Hari Bagi Jemaah Haji

Indonesiaku

Aksi Teatrikal Peringati Hari Anti Korupsi oleh Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM)