YOGYAKARTA, Merata.Net – Bulan Oktober merupakan bulan dimana Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB) menetapkan salah satu hari dibulan ini sebagai Hari Habitat. SMKN 3 Yogyakarta sebagai sekolah
Adiwiyata yang peduli dengan lingkungan sekitar memperingati Hari Habitat dengan kegiatan pembelajaran
berdiferensiasi yang dilakukan oleh Guru dan Siswa didalam kelas.
Selama kurang lebih 2 minggu, pembelajaran di kelas yang dilakukan oleh Guru dan Siswa dilakukan
dengan konsep Project Based Learning yang berorientasi sesuai dengan kondisi atau kebutuhan murid. Betti
Sri Purwani, S.Pd, M.Eng, selaku Ketua Tim Adiwiyata sekaligus WKS Sarana dan Prasarana SMKN 3
Yogyakarta menyampaikan bahwa kegiatan ini diadakan sebagai upaya sekolah untuk membangun kesadaran
siswa terhadap lingkungan sekitarnya.
“Hari Habitat kami peringati agar siswa menyadari tentang lingkungan
sekitarnya, namun pemahamannya dengan sudut pandang siswa yang dibantu oleh Guru Mata Pelajaran agar
siswa menyadari tentang kondisi lingkungannya”, ungkap Betti.
Peringatan Hari Habitat ini selain sebagai momentum untuk membangun kesadaran siswa dalam
kepeduliannya dengan lingkungan, juga menjadi ajang unjuk kreatifitas sesuai dengan kemampuannya. Dalam
Pembelajaran Berdiferensiasi, Guru tidak mengarahkan siswa untuk berkarya namun hanya mengarahkan saja.
“Siswa membuat beraneka karya untuk membangun kesadaran dirinya dengan lingkungan, siswa dapat
membuat karya dari sampah plastik yang diolah, membuat video dokumentasi, membuat poster atau lukisan,
bahkan ada juga yang membuat makanan alternatif dengan bahan-bahan tertentu”, tambah Betti.
Proses pembelajaran didalam kelas selama 2 minggu ini akan ditunjukan siswa dalam kegiatan Panen
Karya yang diadakan pada hari terakhir. Siswa akan menunjukan hasil karyanya dalam kegiatan pameran,
yang dapat dihadiri oleh orang tua. Betti mengungkapkan, “Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat
menunjukan kreatifitas siswa SMK dalam membuat karya yang tidak harus sesuai dengan jurusannya, serta
menjadi ajang unjuk kepedulian siswa terhadap lingkungan”. (*)










