Home / Pendidikan

Kamis, 6 Januari 2022 19:36- WIB

Unhas-Astra International Dorong Proyek Inovasi Energi Baru Terbarukan

MAKASSAR, MERATA.NET – Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Society of Renewable Energy (SRE) kini menggandeng PT. Astra International, Tbk. Keduanya melakukan kerja sama pada proyek inovasi untuk masyarakat yang memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Proyek inovasi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Astra Energy Student Inovation (AGEnSI). Danberfokus terhadap pengembangan existing technology dan inovasi baru teknologi EBT dalam lingkup mahasiswa Perguruan Tinggi dan siswa SMA/SMK/MA sederajat seluruh Indonesia.

Kegiatan ini terdiri atas beberapa tahap. Dimulai dengan seleksi tim pada 30 Agustus 2021, dilanjutkan dengan Tahap Idea Generation pada 17 September sampai 13 Oktober, dan berakhir dengan tahap implementasi pada 17 hingga 25 Desember 2021.

Ketua Tim Riset Astra Energy Student Innovation untuk SRE Unhas, Dhea Izumi menjelaskan bahwa AGEnSI merupakan platform bagi pelajar di seluruh Indonesia untuk berinovasi dalam rangka mendukung tercapainya target EBT. Selain itu, kegiatan tersebut dimaksudkan agar masyarakat awam lebih menyadari dan memahami penggunaan EBT dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Langganan Banjir, Astra Grup-Kodam VII Hasanuddin Benahi Rumah Warga Tak Mampu di Kapasa

“Sesuai target bauran EBT sebesar 23% pada tahun 2025, maka PT Astra International, Tbk. berinisiatif melakukan kegiatan yang melibatkan generasi muda dapat ikut andil dan turun langsung dalam mengakselerasi target tersebut,” jelas Dhea Izumi.

Tim AGEnSI SRE Unhas mencanangkan suatu proyek inovasi yaitu alat Solar Powered Water Purifier, yang berlokasi di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta. Pemasangan alat selesai dilakukan pada 25 Desember 2021 lalu.

Solar Powered Water Purified bekerja dengan cara mengoversi air tanah menjadi air minum yang layak dikonsumsi dengan sumber energi dari tenaga surya. Dalam tahapan pengolahannya, air tanah akan melalui lima tahap filter.

Baca Juga  Hardiknas 2024: Konten Revolusi Pendidikan di Makassar Lengkapi Merdeka Belajar

Tahap pertama dan kelima adalah filter sedimen 1 mikron. Kemudian tahap kedua yaitu tahap resin, berikut tahap ketiga yaitu tahap mangan, dan terakhir tahap 4 yaitu tahap karbon aktif.

Setelah melalui proses filterisasi, air akan dipompa ke Reverse Osmosis (RO), kemudian masuk ke tabung alkaline untuk menetralkan pH air. Pada proses akhir, bakteri yang terdapat dalam air akan dihilangkan dengen Sinar UV dan air-pun dapat dikonsumsi.

“Alat ini portable, menerapkan teknologi tepat guna, memanfaatkan sumber energi matahari untuk memenuhi kebutuhan air minum. Masyarakat disini sangat terbantu,” kata Salah satu penduduk di Pulau Pramuka, Bang Komar. (Gun)

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Kalla Institute Gelar Penyambutan Orientasi Mahasiswa Baru (POMB) untuk Angkatan Ke-4

Pendidikan

Poltekpar Makassar Gelar Buka Puasa Bersama untuk Pererat Silaturahmi dan Kemitraan Strategis

Pendidikan

Indosat dan Wadhwani Foundation Luncurkan Collabonation Talent Lab di Universitas Ciputra Makassar

Pendidikan

HUT ke-81 RI, Sekolah Islam Athirah Tekankan Pentingnya Pendidikan yang Berkeadilan

Pendidikan

Bangga! Poltekpar Makassar Harumkan Indonesia Lewat Penghargaan Global

Pendidikan

SMA Islam Athirah Bukit Baruga MOU dengan Bimbingan Belajar Bertaraf Nasional

Pendidikan

Sekolah Islam Athirah Gelar Perayaan Puncak Milad ke-39 Tahun

Pendidikan

Skadars Gelar Caping Day, Bentuk Komitmen Siswa Sebelum Praktik di Berbagai Institusi Kesehatan