MERATA.NET – Kurang dari 24 jam pasca kekalahan 2-3 pada final Piala Super Spanyol 2026 melawan Barcelona, Real Madrid memecat pelatih Xabi Alonso.
Alonso pun mengunggah pernyataan resminya di sosial media untuk para penggemarnya yang mengaku bangga sudag memberikan yang terbaik dan tidak menyesalinya.
“Babak profesional ini telah berakhir, dan hasilnya tidak seperti yang kami harapkan. Real Madrid adalah sebuah kehormatan dan tanggung jawab,” tulis Alonso.
Ia tak lupa mengucapkan terima kasih kepada klub, para pemain, dan yang terpenting para penggemar dan Madridista atas kepercayaan dan dukungan mereka.
“Saya pergi dengan rasa hormat, terima kasih, dan kebanggaan karena telah melakukan yang terbaik,” ujarnya.
Pemecatan Alonso merupakan puncak dari kekecewaan manajemen terhadapnya. Terlebih kalah di partai final melawan rival abadi Barcelona.
Performa Madrid memang menurun sejak November tahun lalu. Dari 14 pertandingan yang dijalani, Los Blancos hanya mampu meraih tujuh kemenangan.
Situasi itu berdampak langsung pada posisi mereka di klasemen Liga Spanyol, di mana Madrid harus kehilangan puncak klasemen setelah disalip Barcelona.
Selain faktor hasil pertandingan, Alonso juga dikabarkan kehilangan kendali atas ruang ganti.
Perseteruannya dengan sejumlah pemain disebut menjadi alasan utama manajemen mengambil keputusan tegas demi menjaga stabilitas tim. (**)










