Home / Hiburan

Rabu, 28 Juni 2023 09:16- WIB

Disbudpar Sulsel Gelar Festival Societeit of Harmonie

Makassar, Merata.Net – Sebagai upaya pelestarian budaya dan apresiasi karya seni para seniman makassar, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Festival Societeit of Harmonie, Senin (26/6/2023).

Mengangkat tema Dalam Jejak Waktu “kemarin, kini, dan akan datang” yang menampilkan karya seni dari Yayasan Pendidikan Kesenian Aging Mammiri (YAMA), Yayasan Batara Gowa, Sanggar Seni Sejati, Sanggar Seni Katangka, Sanggar Seni Teater Karaeng Tojeng, Sanggar Seni Bolang Ringgi, Ime Percussion, dan D’B3 Voice Unhas x Purna GBN Sulsel.

Selain itu Prof Dr Karta Jayadi, M.Sn, Drs.Eddy Thamrin, M.M, dan Ismed Sahupala didaulat untuk mengisi Talkshow, dalam sambutannya Asriady Sulaiman Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengatakan bahwa Pemerintah miliki peranan penting dalam pelestarian kebudayaan Sulawesi Selatan sehingga Festival Societeit of Harmonie sebagai wadah pertunjukan para seniman makassar.

Baca Juga  Jalan Ruas Batas Soppeng-Pangkajene Mulai Dikerjakan, Pemprov Siapkan Anggaran Rp14,88 Miliar

“Pemerintah mewadahi seniman agar dapat melestarikan budaya Sulawesi Selatan melalui pertunjukan seni digedung yang mempunyai historis sejarah peninggalan Belanda yang berdiri pada tahun 1896 melalui Festival Societeit of Harmonie”, paparnya, Selasa 27 Juni 2023.

Diketahui, pamor Societeit de Harmonie sebagai rumah kesenian tetap bertahan sejak Pemerintahan Belanda, Pemerintahan Jepang hingga sekarang, atau 125 tahun setelah berdiri. Beberapa kali Gukes atau GedKes (sebutan kerennya) mendapat kehormatan menghelat sejumlah acara.

Baca Juga  Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Benarkan Soal Utang Pemprov Sulsel

Salah satu diantaranya pada tahun 1978, drama sejarah “I Tolok Daeng Gassing” garapan aktor/seniman Rachman Arge dipentaskan di sini sebelum memukau publik Taman Ismail Marzuki (TIM). Kemudian pada 1982, gedung Societeit de Harmonie jadi tuan rumah Festival Teater IV yang dihelat oleh Dewan Kesenian Makassar.

Sampai saat ini, bangunan yang dikelola UPT Museum Mandala dan Societeit de Harmonie telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya pada 22 Juni 2010 itu dikenal sebagai tempat nongkrong seniman. Tiap malam, kios-kios sederhana memanfaatkan trotoar depan GedKes untuk menjajakan kopi panas, aneka jus hingga nasi kuning. (*)

Share :

Baca Juga

Hiburan

Qodrat 2 Resmi Lampaui Jumlah Penonton Film Pertamanya

Hiburan

Diawali Pemotongan Tumpeng, Film Uang Panai 2 Gelar Syuting Perdana

Hiburan

Hari Pertama RIC x IKLIM Fest 2025, Scaller Pukau Pengunjung

Hiburan

Yance Sayuri Akhiri Masa Lajang, Menikah dengan Pujaan Hati

Hiburan

Edisi ke-14 Rock In Celebes, Jaring 13 Band Lokal Hingga Penampilan Band Punk Legenda MxPx

Hiburan

Sambil Menangis, Kim Soo-Hyun Minta Maaf dan Berikan Keterangan Terkait Mendiang Kim Sae-Ron

Ekonomi

Kolaborasi PHRI Sulsel, IHGMA dan ICA Gelar Lomba Masak Ikan Bandeng

Hiburan

Nobody Loves Kay Sukses Bikin Suasana Mengharu Biru di Gala Premiere