Home / Pendidikan

Jumat, 7 Februari 2025 16:13- WIB

Capping Day 2025, SMK Darussalam Ukir Semangat Siswa Dalam Setiap Langkah Pengabdian

MAKASSAR, Merata.Net – Dalam upaya meningkatkan integritas siswa, SMK Darussalam Makassar menggelar acara Capping Day bagi siswa program keahlian asisten keperawatan dan caregiver.

Capping Day ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan para siswa sebelum mereka memasuki dunia praktik klinik di rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang diselenggarakan di Aula SMK Darussalam Makassar, Jumat (7/2/2024).

Mengusung tema Mengukir Semangat dalam Setiap Langkah Pengabdian, Capping Day tahun ini dikemas dalam bentuk drama musikal yang mengangkat kisah Florence Nightingale, ikon perawat dunia yang dikenal dengan julukan Lady with the Lamp.

Melalui pementasan ini, siswa diingatkan tentang nilai-nilai keperawatan, seperti pengabdian, empati, serta menjaga kerahasiaan pasien—kecuali dalam situasi hukum yang memerlukan kesaksian.

Hadir dalam acara ini perwakilan dari Universitas Muslim Indonesia Fakultas Kesehatan Masyarakat, Rumah Sakit Angkatan Udara Dody Sarjoto, Rumah Sakit Lapalaloi Maros, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), serta organisasi profesi guru KGBN dan IGI.

Baca Juga  Tim Pengabdian Kepada Masyarakat FKIP Universitas Khairun Ternate Gelar Pelatihan Media Pembelajaran Digital

Nurmiah, selaku Kepala SMK Darussalam Makassar, menyampaikan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga momen refleksi bagi para siswa.

“Mereka tidak hanya mengucap janji, tetapi juga menanamkan nilai-nilai profesionalisme yang akan mereka bawa sepanjang karier keperawatan mereka. Kami bangga melihat semangat mereka dalam mengukir jalan pengabdian,”ujarnya.

Senada dengan itu, Yuniati, Kepala Program Keahlian Asisten Keperawatan dan Caregiver SMK Darussalam Makassar, menegaskan pentingnya acara ini bagi pembentukan karakter calon perawat.

“Melalui Capping Day, kami ingin siswa memahami bahwa menjadi perawat bukan hanya tentang keterampilan medis, tetapi juga tentang hati dan kepedulian kepada sesama,” katanya.

Sebagai koordinator acara, Zaid Buri Prahastyo menyoroti konsep drama musikal yang diusung dengan harapan Capping Day 2025 bisa mendorong para siswa dapat menjalankan tugas mereka di dunia praktik dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan semangat pengabdian.

Baca Juga  Wujudkan Sekolah Bebas Perundungan, JPN Kota Makassar Gelar Seminar Stop Bullying di SMP Nusantara

“Kami ingin menjadikan Florence Nightingale sebagai inspirasi bagi para siswa. Dengan visualisasi yang kuat, mereka dapat memahami bagaimana keperawatan adalah profesi mulia yang melintasi batas negara, waktu, dan situasi,” ungkapnya.

Dukungan terhadap acara ini juga datang dari komunitas guru. Nurul Hidayah, pengurus KGBN (Komunitas Guru Belajar Nusantara), menilai bahwa pendekatan berbasis seni dalam pendidikan seperti ini dapat meningkatkan pemahaman dan empati siswa.

“Ketika siswa diajak merasakan perjuangan Florence Nightingale, mereka tidak hanya belajar sejarah, tetapi juga memahami makna sebenarnya dari dedikasi dalam keperawatan,” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Tingkatkan Daya Saing, Penerima Beasiswa Kalla Dapat Akses Magang

Hiburan

CORE FBS UNM Siap Gelar Mamma Mia 2 Musical Drama Performance

Pendidikan

Indosat Ooredoo Hutchison Dirikan Bangunan ECO untuk Sekolah di Ambon

Pendidikan

Guru Besar UNM 10 tahun Menanti Akhirnya Raih Gelar Profesor

Pendidikan

Poltekpar Makassar Gelar International Seminar on Tourism 2025

Pendidikan

Kembangkan Kreativitas  Jiwa Kewirausahaan, SD Islam Athirah Baruga Gelar Panen Karya

Pendidikan

Cakap Siap Cetak 2.500 Pengajar Online Baru di 2022

Pendidikan

Tiga Program Studi Kalla Institute Raih Akreditasi Baik dari Asesor BAN PT