Home / Indonesiaku

Rabu, 17 April 2024 08:58- WIB

Organisasi Gereja Makassar Batalkan Kedatangan Pendeta Gilbert

MAKASSAR, Merata.Net – Organisasi Gereja di Makassar memastikan membatalkan agenda kedatangan Pendeta Gilbert Lumoindong.

Hal tersebut diutarakan oleh Merpati Tandililing yang mengatakan organisasi gereja di Makassar telah membatalkan agenda pendeta Gilbert.

“Kami infokan bahwa organisasi Gereja di Makassar tidak jadi mendatangkan tokoh agama yang videonya meresahkan (Gilbert Lumoindong). Kami bersyukur karena lembaga ini boleh mendengar saran dari lembaga agama Kristen dan dari Kemenag,” kata Merpati Tandililing selaku Penyelenggara Kristen Kemenag Kota Makassar, melalui keterangannya, Selasa, (16/4/2024).

Baca Juga  46 Rumah Terdampak Angin Puting Beliung di Kecamatan Ujung Tanah

Dalam pengarahannya, Merpati Tandililing menyampaikan betapa pentingnya hidup berdampingan dengan saling menghargai satu sama lain.

Baca Juga  Aston Makassar Serahkan Beasiswa untuk Mahasiswa Poltekpar Makassar

“Kerukunan itu sesuatu yang harus kita usahakan bersama,” ujarnya.

Pendeta Gilbert Lumoindong sedianya akan menjadi penceramah di acara perayaan KKR Paskah yang diadakan Gereja Glow Fellowship Centre Network Makassar di Hotel Myko Makassar, namun karena viral videonya itu, akhirnya kedatangannya dibatalkan.(*)

Share :

Baca Juga

Indonesiaku

Paskibraka 2025 Bangga Kibarkan Merah Putih di Hadapan Presiden Prabowo

Indonesiaku

Marak Kebakaran Permukiman, LAZ Hadji Kalla Komitmen Dukung Pemulihan Penyintas di Makassar

Indonesiaku

Resmi, Kuota Jamaah Haji Indonesia Tahun 2023 Sejumlah 221 Ribu

Bisnis

Peduli Korban Bencana Longsor Tana Toraja, Telkomsel Salurkan Bantuan CSR Logistik serta Layanan Telepon dan Wifi Gratis

Indonesiaku

Penghuni Rusunawa Panambungan Makassar Kecewa Terkait Penerapan Listrik Prabayar

Indonesiaku

KN SAR Kamajaya 104 Berhasil Temukan Kapal New Bira Fishing, 13 Penumpang Selamat

Indonesiaku

Peringati Hari HAM Mahasiswa Blokade Jalan Ap Pettarani

Indonesiaku

Unjuk Rasa Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM), Selamatkan Demokrasi Indonesia