Home / Indonesiaku / Internasional

Rabu, 2 November 2022 12:15- WIB

Demo Day Road to G20 Summit, Inovasi Baru Dalam Upaya Mengatasi Limbah Plastik di Indo-Pasifik

Jakarta, Merata.Net – Berbagai inovasi baru mulai dari solusi pertanian bebas-plastik, hingga teknologi yang mengubah mata pencarian pemulung di Indonesia, adalah sejumlah usaha rintisan berkelanjutan yang tampil dalam “Demo Day”, sebagai bagian dari Road to G20 Summit di Bali.

Inovasi-inovasi ini merupakan hasil karya dari Plastic Innovation Hub Indonesia, sebuah kemitraan antara badan sains nasional Australia, CSIRO, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia (Kedaireka) dan Kemitraan Aksi Plastik Nasional Indonesia (NPAP).

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams PSM, mengatakan kegiatan Demo Day merupakan bagian dari upaya kolaborasi yang telah berjalan untuk mendukung inovasi dalam memecahkan masalah bilateral di bidang lingkungan.

 “Kebersihan laut dan perairan kita berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran negara kita. Baik Indonesia dan Australia adalah negara kepulauan yang memiliki keprihatinan yang sama terhadap dampak polusi plastik di laut,” kata Duta Besar Williams.

Baca Juga  Sebanyak 52 Lods di Pasar Kampung Baru Disegel Perumda Pasar Makassar

 Counsellor CSIRO dan juga Direktur untuk ASEAN, Amelia Fyfield mengatakan “Demo Day” merupakan bagian dari pendekatan secara menyeluruh yang lebih besar untuk menangani sampah plastik di kawasan.

 “Mendukung para inovator untuk menerjemahkan teknologi canggih ke dalam solusi nyata adalah penting untuk memecahkan isu global ini, maka sangat menggembirakan dapat bekerja sama dengan mitra kami untuk melatih generasi penerus penggagas perubahan di Indonesia dan Australia,” kata Fyfield.

 “Kami bangga dapat bekerja secara bilateral karena pada akhirnya, plastik tidak mengenal batas – saat kita menyadari hal ini merupakan isu bersama antara tetangga, dengan begitu kita dapat menemukan solusi jangka Panjang.”

Baca Juga  Telkomsel Dukung Pemberdayaan Seniman Disabilitas

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia, Profesor Nizam, mengatakan bahwa program pelatihan wirausaha Indonesia merupakan bagian dari tujuan utama pemerintah untuk mengurangi sampah plastik di Indonesia hingga 70 % pada tahun 2025.

“Peran usaha rintisan dalam memajukan inovasi dan pertumbuhan ekonomi hijau di Indonesia menjadi semakin penting. Usaha rintisan ini memiliki semangat untuk terus tumbuh dan menemukan solusi baru yang akan menguntungkan seluruh masyarakat,” kata Profesor Nizam.

Upaya penting dalam mendukung usaha rintisan yang berkelanjutan ini adalah bagian dari misi CSIRO untuk mengakhiri sampah plastik, dan bekerja untuk mengurangi 80 % sampah plastik yang merusak lingkungan pada tahun 2030. (*)

Share :

Baca Juga

Indonesiaku

Indosat Ooredoo Hutchison Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Makassar

Indonesiaku

Desak Ungkap Dugaan KKN Proyek Revitalisasi PN Makassar, GRD Lakukan Aksi Depan Pengadilan Tinggi Sulsel

Indonesiaku

Macet Akibat Demo, Ini yang Dilakukan Petarung Kita Gowa

Indonesiaku

Nelayan Pallannasang Barombong Butuh Bantuan Mesin dan Subsidi Solar

Indonesiaku

Derita Buaya Berkalung Ban di Palu Berakhir Setelah 6 Tahun

Indonesiaku

Bareskrim Polri: Senpi di Rumdis SYL Terdaftar Resmi di Baintelkam

Indonesiaku

Binda Sulsel Gelar Vaksinasi Anak di Wajo, Hadirkan Berbagai Hiburan

Indonesiaku

Respon PMI Erupsi Semeru, Kirim Bantuan Logistik dan Personel