Home / Komunitas

Selasa, 29 Juli 2025 14:05- WIB

AIMI Sambut Pekan Menyusui Dunia 2025 dengan Penguatan Peran Tokoh Agama dan Kolaborasi Lintas Sektor

JAKARTA, Merata.Net – Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) bersiap menyambut Pekan Menyusui Dunia (PMD)–secara internasional dikenal sebagai World Breastfeeding Week (WBW) yang diperingati setiap tanggal 1 hingga 7 Agustus.

Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan dukungan terhadap menyusui di Indonesia, AIMI
akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan, dengan fokus utama pada Workshop Ustaz Ustazah (WUU)
AIMI 2025.

PMD sendiri merupakan acara tahunan berskala global yang bertujuan untuk mengampanyekan
pentingnya menyusui bagi kesehatan ibu dan anak. PMD tahun ini mengusung tema Prioritise
Breastfeeding atau “Prioritaskan Menyusui” yang kembali menyoroti isu lingkungan dan perubahan iklim
dengan fokus utama kampanye yaitu menggarisbawahi pentingnya mengutamakan menyusui dengan
membangun sistem pendukung yang kuat dan berkelanjutan.

Lingkungan yang mendukung menyusui tidak hanya akan bermanfaat untuk keluarga, tapi juga dapat membantu mengurangi dampak lingkungan yang terkait dengan pemberian makanan artifisial. PMD turut dirayakan di Indonesia, baik di bawah Kementerian Kesehatan maupun Lembaga Swadaya Masyarakat seperti Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia atau AIMI, dan biasanya berlangsung lebih dari sepekan–hingga sepanjang bulan Agustus.

Sejalan dengan semangat PMD, AIMI berkomitmen untuk memperluas jangkauan edukASI menyusui
ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk melalui pendekatan agama. AIMI menyadari peran strategis para
pemuka agama dalam membentuk pemahaman dan perilaku masyarakat. Oleh karena itu, WUU menjadi
salah satu program unggulan dalam menyambut PMD 2025.

Baca Juga  Bagi Takjil dan Bersih Masjid Warnai Road Show Ramadan Tim PHS Hari ke-6

Menyusui tercantum dalam Al-Qurran sehingga pendekatan dari sisi agama sangat penting untuk mengampanyekan praktik ini. Acara WUU 2025 akan dilaksanakan pada hari Minggu, 10 Agustus 2025, pukul 08.00-17.00 WIB, bertempat di Pusat Studi Al-Quran PSQ, Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Target audiens WUU adalah 50 Ustaz/Ustazah pengisi kajian taklim, pembina komunitas keislaman, dosen atau guru mata kuliah Islam, pembina lembaga amil zakat, pembina lembaga kemanusiaan berbasis Islam, dan pembina organisasi masyarakat berbasis Islam dengan domisili Jabodetabek.

Narasumber yang akan mengisi WUU 2025 terdiri dari praktisi kesehatan dan ulama. Dr. Asti Praborini,
SpA, IBCLC, FABM, seorang dokter anak dan aktivis ASI, akan menyampaikan materi tentang keajaiban
menyusui dan risiko pemberian susu formula. Narasumber berikutnya adalah Ustazah Dr. Nur Rofiah, Bil.
Uzm yang juga merupakan dosen UIN Syarif Hidayatullah dan pascasarjana PTIQ serta KH Dr. Ali Nurdin,
MA, pimpinan cariustaz.id dan Dewan Pakar PSQ yang akan menyampaikan dalil dan pandangan Islam
tentang menyusui.

Melalui WUU ini, diharapkan para Ustaz dan Ustazah dapat menjangkau kelompok
masyarakat yang lebih luas, termasuk keluarga muda, sistem pendukung keluarga seperti kakek-nenek,
serta generasi muda di lembaga pendidikan Islam, dengan memberikan informasi dan pemahaman tentang
menyusui melalui pendekatan syariah.

EdukASI ini juga diharapkan dapat mendukung kelancaran program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)
AIMI mengundang berbagai pihak, baik institusi, organisasi, maupun individu, untuk berkolaborasi
dalam menyukseskan Pekan Menyusui Dunia 2025 dan rangkaian kegiatan AIMI di sepanjang bulan
Agustus.

Baca Juga  Dimatique Fine Wines Gelar Pameran Wine Terlengkap di Indonesia Bertajuk Dimatique World of Wine

Namun sesuai dengan nilai-nilai yang dipegang AIMI untuk tetap objektif dalam menyampaikan
edukASI dan informASI kepada masyarakat terkait menyusui, AIMI memiliki kebijakan untuk tidak bekerja
sama dengan pihak yang terkait dengan produk susu formula, obat-obatan kimia, booster ASI, botol dot
atau empeng, serta makanan/minuman ultra proses atau instan.

Lebih lanjut, AIMI juga secara terbuka menawarkan kesempatan bagi pihak-pihak yang ingin menyelenggarakan edukASI menyusui untuk mengundang konselor menyusui AIMI sebagai narasumber. Konselor AIMI siap berbagi pengetahuan dan pengalaman guna meningkatkan kesadaran dan dukungan terhadap ASI di komunitas atau lingkungan sekitar.

“Menyusui adalah hak setiap ibu dan anak, dan dukungan adalah kunci keberhasilannya. Di Pekan
Menyusui Dunia 2025, AIMI menegaskan pentingnya membangun sistem yang memastikan setiap ibu
mendapat dukungan yang layak—karena ibu tidak seharusnya berjuang sendiri.” ujar Nia Umar.,S.Sos,
MKM, IBCLC.

Sedangkan Sarah Anggina selaku Ketua Divisi Dana Usaha dan Event AIMI Pusat
mengatakan bahwa menurunkan stunting bukan hanya tugas tenaga kesehatan—ini adalah amanah umat.
“Ketika ulama bersuara, masyarakat mendengar. WUU hadir untuk memperkuat suara itu, agar ilmu agama
menjadi jalan mencegah stunting sejak dini.” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Bisnis

HIPMI Sulsel Helat Business Coaching Sambil Buka Puasa Bareng Anak Panti

Komunitas

Sering Terjadi Pemadaman Listrik Secara Bergilir Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Demo Kantor PLN Sulselbar

Komunitas

Andi Bakhtiar: Kemah Lingkungan BOSARA 2023 adalah Eksistensi Program BOSARA

Komunitas

Kelompok Suporter PSM, Ramang Mania Dampingi Ahmad Susanto Daftar Calon Ketua KONI Makassar

Komunitas

Berkolaborasi dengan PBSI, MaRI Gelar Nonton Bareng Final Piala Thomas 2022

Komunitas

PHRI Sulsel akan Gelar Musda ke-IX, Buka Pendaftaran untuk Calon Ketua

Komunitas

Bahas Isu-isu Kekerasan Perempuan, Pengurus KNPI Audiensi Kadis P3A Makassar

Komunitas

TP PKK Makassar Gandeng BNN dan Dinsos Edukasi Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba