Home / Pemerintahan / Teknologi

Kamis, 14 April 2022 17:17- WIB

Wali Kota Danny Gunakan Maggot, Teknologi Black Soldier Fly Kelola Sampah Organik

Makassar, Merata.Net – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar lirik pengelolaan sampah organik menggunakan teknologi Maggot atau Black Soldier Fly (BSF)

Hal tersebut dibahas dalam pertemuan antara Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto bersama Entomo Korea yang berpengalaman dalam teknologi ini, dikediaman pribadi Walikota, Jalan Amirullah. Rabu (13/4/2022).

“Sampah organik itu terkhusus untuk mengolah sampah-sampah makanan dengan menggunakan teknologi Maggot atau BSF,” ujar Danny

Kata Danny hal ini juga selaras dengan arahan KPK kemarin pada saat pertemuan bahas pengelolaan sampah.

“Jadi saya akan masukkan ini dalam teknologi pengolahan sampah. Saya bilang sampah itu tidak dibakar, jadi dengan menggunakan teknologi ini,” ucap Danny.

Baca Juga  Perkuat Kerja Sama Pemberantasan Korupsi, KPK Teken MoU dengan ACRC Korsel

Sebelumnya Pemkot Makassar telah bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam mengembangkan teknologi Biodigister.

“Kita punya kerja sama dengan ITB, biodigister. Setelah biodigister masuk ke sini. Saya tanya ke mereka bisa nda masuk ke sini, ternyata bisa. Sehingga harus kita bikin skema, seperti arahan KPK kemarin, kita olah semua sampah kita,” jelas Danny.

Menurut Danny teknologi Maggot ini sangat menarik, karena dapat menjadi sebuah industri kosmetik dan Makassar menjadi salah satu percontohan di Indonesia.

“Artinya ini sebuah hal yang baru dan green, jadi pro lingkungan. Saya perintahkan DLH itu untuk merespon ini. Alat sudah di pasang. Jumat saya pergi lihat. Dia memang kasih karena dianggap kita serius, jadi contoh di sini di Makassar, jadi promosi,” ungkapnya.

Baca Juga  Wakil Wali Kota Maniwa Temui Danny Pomanto, Tindak Lanjut Rencana Kerja Sama Dekarbonisasi di Makassar

Danny kemudian mencontohkan sampah makanan di Makassar ada sebesar 53%, kalau bicara 1000 ton per hari, berarti ada 530 ton sampah makanan per hari.

“Sekarang, skala mesin itu hanya 3 ton per hari. Bayangkan berapa besar kita harus kelola sampah makanan. Kan orang Makassar itu suka makan. Dan handling makanan ini berbeda, jadi kita siapkan ember di rumah, terus kita kasihkan mobil tangki, dikasih masuk, diblender, diambil gasnya, sisa dari gasnya itu dipakai untuk maggot,” terangnya. (*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Program Unggulan MULIA, Pemkot Hadirkan Makassar Berjasa

Pemerintahan

Kesiapan Gudang Logistik Pemilu Kota Makassar Sudah Matang

Pemerintahan

Pemkot Makassar Segarkan Birokrasi untuk Perkuat Pelayanan Publik, Tak Ada Nonjob

Pemerintahan

Kadis Pertanahan Ajak Warga Masyarakat Turut Menjaga Aset Pemkot Makassar

Pemerintahan

RT/RW Non Muslim Hadiri Makassar Shalat Subuh Berjamaah, Bersatu Membangun Kota 17 April 2022

Pemerintahan

Danny Akan Kembalikan Program Ngaji Rong Terintegrasi Longwis

Pemerintahan

Wali Kota Appi Lepas dan Ikuti Kategori 10K pada Kalla Run 2025

Pemerintahan

DKP Provinsi Sulsel Gelar Pemeriksaan dan Pengawasan Keamanan Pangan Segar di Pasar Sambung Jawa