Home / Pendidikan

Jumat, 25 April 2025 17:15- WIB

SMKN 3 Yogyakarta Kolaborasi dengan Tim Riset BRIN-LPDP Deklarasikan Sekolah Damai

YOGYAKARTA, Merata.Net — SMKN 3 Yogyakarta secara resmi mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Damai, sekaligus menjadi pilot project nasional dalam pengembangan budaya damai di lingkungan pendidikan kejuruan. Melalui kegiatan bertajuk Peace Day 2025, lebih dari 1.400 siswa, guru, dan tenaga kependidikan bersama-sama menyuarakan pentingnya toleransi, empati, dan komunikasi yang beradab sebagai nilai dasar hidup bersama.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama dengan Tim Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, dan Universitas Negeri Malang. SMKN 3 Yogyakarta tidak hanya mengangkat tema perdamaian sebagai kampanye semata, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai tersebut ke dalam sistem pendidikan sekolah secara menyeluruh.

Sebagai pilot project Sekolah Damai, SMKN 3 Yogyakarta melaksanakan pendekatan menyelurh yang mencakup:

  1. Pembelajaran yang menginternalisasikan nilai kedamaian secara langsung dalam beberapa mata pelajaran, seperti Matematika, Bahasa Indonesia, Sejarah, dan PAI.
  2. Layanan Bimbingan dan Konseling yang mencakup bimbingan klasikal, bimbingan lintas kelas, serta dukungan sistem melalui program Aksioma.
  3. Manajemen sekolah yang mendukung ekosistem damai melalui program unggulan seperti Peace Day, Gerakan Berbicara Tanpa Kata-kata Kasar, dan Peace Corner sebagai ruang aman untuk ekspresi siswa.
Baca Juga  Pendidikan Yang Merdeka, Untuk Negeri Yang Lebih Berdaya

Kepala SMKN 3 Yogyakarta, Widada, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa Peace Day bukan sekadar seremoni, melainkan momentum transformasi budaya.

“Kata-kata yang baik akan menciptakan tindakan yang baik, dan tindakan damai akan menciptakan lingkungan yang penuh kasih. Karena itu, kami menyatakan SMKN 3 Yogyakarta sebagai Sekolah Damai dan pelopor Gerakan Berbicara Tanpa Kata-kata Kasar,” ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Sarbini, S.Pd., menambahkan bahwa kehadiran Peace Corner merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan mental siswa.

Baca Juga  Aice Kembali Hadir di Festival SenengMinton 2025 untuk Dukung Calon Juara Bulu Tangkis Indonesia

“Peace Corner bukan sekadar ruangan. Ia adalah tempat curhat yang hangat, sudut seni yang membebaskan, dan tempat hening yang menyembuhkan,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan Peace Day yang berlangsung sejak pagi meliputi Senam Damai, Deklarasi Sekolah Damai, Penandatanganan Pesan Damai, serta Launching Peace Corner. Acara juga dimeriahkan dengan pameran seni dan pertunjukan ekspresi kreatif siswa dan guru, seperti pembacaan puisi, presentasi poster damai, testimoni siswa-guru, hingga yel-yel perdamaian.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, SMKN 3 Yogyakarta kini berada di garda depan gerakan pendidikan damai di Indonesia.

“Mari jadikan SMKN 3 Yogyakarta bukan hanya sebagai tempat belajar ilmu, tetapi juga tempat belajar hidup dalam damai,” tutup Kepala Sekolah. (*)

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Atlet Pencak Silat SD Islam Athirah 2 Raih Juara 2 Makassar Championship IV

Pendidikan

Direktur Poltekpar Makassar Tutup Rangkaian Kegiatan Dies Natalies ke-33

Pendidikan

SD Islam Athirah 2 Gelar FORSA Vol. IV, Ajang Unjuk Bakat dan Aksi Pilah Sampah

Pendidikan

Kolaborasi PLN Icon Plus dan SMK Kristen 2 Tomohon, Jembatan Dunia Pendidikan dan Industri

Pendidikan

𝗠𝗣𝗟𝗦 𝗦𝗠𝗣 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺 𝗔𝘁𝗵𝗶𝗿𝗮𝗵 𝗕𝘂𝗸𝗶𝘁 𝗕𝗮𝗿𝘂𝗴𝗮 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗡𝗡, 𝗘𝗱𝘂𝗸𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗲𝘀𝗲𝗿𝘁𝗮 𝗗𝗶𝗱𝗶𝗸 𝗕𝗮𝗵𝗮𝘆𝗮 𝗡𝗮𝗿𝗸𝗼𝗯𝗮

Pemerintahan

66 Tahun Unhas, Gubernur Sulsel: Kita Dorong Jadi Pusat Riset Energi Terbarukan

Bisnis

Tri Gelar Program Goes to School, Dorong Gen Z Berekspresi Lebih Kreatif dan Positif di Dunia Digital

Pendidikan

Kini Seluruh Prodi Poltekpar Makassar Raih Sertifikasi Nasional dari UN Tourism Academy