Home / Indonesiaku

Selasa, 22 Februari 2022 14:36- WIB

Sebanyak 6 Wilayah Sulsel Terendam Banjir Akibat Cuaca Ekstrem

Makassar, Merata.Net – Enam daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) diterjang banjir akibat cuaca ekstrem yang terjadi dalam empat hari terakhir.

Akibat banjir warga mengungsi dan fasilitas umum seperti jembatan di beberapa wilayah Sulsel mengalami kerusakan.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Andi Wahid mengatakan, berdasarkan laporan daerah yang diterjang banjir yakni Kota Makassar, Kabupaten Pangkep, Takalar, Maros, Kepulauan Selayar, dan Wajo.

“Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang terjadi sejak beberapa hari lalu membuat banjir di sejumlah daerah. Ketinggian air bervariasi mulai 80 cm sampai 1 meter,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Selasa, (22/2/2022).

Ia menjelaskan di Kabupaten Pangkep, ketinggian air hingga paha orang dewasa di lima kecamatan. Bahkan, banjir membuat jalur trans Sulawesi sulit dilalui kendaraan.

“Untuk Pangkep, wilayah terdampak banjir ada lima kecamatan. Bendungan Tabo-tabo, Bungoro juga dalam status waspada,” bebernya.

Berdasarkan pendataan dilakukan BPBD Kabupaten Pangkep, 32 warga mengungsi ke tempat lebih aman. Sementara untuk korban jiwa nihil.

“Di Kelurahan Paddoang-doangan ada delapan orang dari 2 KK, di Bontomatene, Segeri ada 21 orang dan 6 KK. Terus di Kelurahan Bawa Salo, Segeri ada tiga orang dan 1 KK yang mengungsi,” sebutnya.

Sementara di Kabupaten Takalar, banjir menyebabkan empat kecamatan terendam. Selain itu, jalur selatan Trans Sulawesi terganggu akibat ketinggian air di Poros Makassar-Takalar-Jeneponto sekitar 80 Cm.

“Ketinggian air sampai saat ini sudah turun jadi 80 cm,” bebernya.

Baca Juga  Turnamen Golf TNI-APINDO Sulsel 2023 akan Berlangsung Spektakuler di Padivalley Gowa

Bencana banjir juga terjadi di Kabupaten Wajo. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Walanae tidak bisa menampung air.

“Kondisi diperparah karena tanggul sepanjang 100 meter di Sabbangparu jebol. Akibatnya air merendam rumah warga hingga ketinggian 1 meter,” kata Wahid.

Ia mengatakan setidaknya 136 orang dan 75 KK terdampak banjir. Selain itu, 50 unit rumah, dua sekolah dan satu posyandu di Desa Ujungpero terdampak banjir.

“Seratus hektare sawah dan lima hektare kebun milik warga juga tergenang,” sebutnya. 

Sementara di Kabupaten Kepulauan Selayar, hujan intensitas tinggi menyebabkan Bendungan di Dusun Dodak meluap dan merendam 2 kecamatan yakni Pasimasunggu dan Pasimasunggu Timur.

Ia mengaku saat ini petugas BPBD Selayar masih melakukan pendataan untuk warga yang mengungsi.

“Hujan sejak pagi menyebabkan air sungai perantara Desa Bonto Bulaeng dengan Desa Bonti Jati meluap,” tegasnya.

Terpisah, Kepala BPBD Maros, Andi Fadly mengungkapkan akibat curah hujan tinggi, menyebabkan delapan kecamatan terendam banjir. Delapan kecamatan terendam banjir meliputi, Turikale, Lau, Bontoa, Maros Baru, Marusu, Moncongloe, Simbang, dan Bantimurung.

“Untuk ketiggian air bervariatif mulai dari lutut hingga pinggang orang dewasa. Meski air cukup tinggi, warga memilih bertahan di rumahnya,” sebutnya.

Selain banjir, kata Fadly, belasan rumah di Kecamatan Bontoa mengalami kerusakan usai diterpa angin kencang. Selain itu, jembatan semi permanen di Kecamatan Tompobulu juga terputus.

Sementara untuk Kota Makassar, sebanyak 31 jiwa atau 10 KK terdampak banjir di Antang blok 10, Makassar. Mereka terpaksa harus mengungsi di Masjid terdekat.

Baca Juga  AFF Suzuki Cup 2020 : Indonesia Melaju ke Final Usai Hentikan Perlawanan Sengit Singapura dengan Skor 4-2

Ketinggian air di wilayah tersebut
saat ini mencapai 60 cm atau mencapai di atas lutut orang dewasa.

“Memang 10 kepala keluarga yang mengungi saat ini, itu rumahnya berada di dataran paling rendah. Kalau seandainya ada uapan air sedikit saja, warga ini sudah menjadi langganan awal mengungsi di masjid jabalnur di sana,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin.

Penyebab lain banjir di wilayah Antang blok 10, karena adanya aliran sungai di belakang perumahan warga yang meluap, hingga ke permukiman warga.

“Hal kedua adalah wilayah tersebut menjadi imbas dari wilayah lain. Ketika wilayah lain diguruh hujan lebat maka dalam hitungan per jam dampaknya bisa sampai di kota Makassar.

Lain halnya pada wilayah BTN Kodam 3 yang setiap tahunya juga menjadi langganan banjir.

Berdasarkan pantauan BPBD Makassar, beberapa jalan Kotipa tergenang hingga setinggi mata kaki sampai betis orang dewasa.

“Kodam 3 sekarang ada uapan air di sungai Biringje’ne. Saat ini masih terkendali meskipun luapan air sudah ke jalan, ada beberapa titik, namun belum menjadi atensi untuk warga karena belum signifikan,” katanya.

Sebelumnya, BMKG Makassar mengungkapkan, cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir akibat Madden Julian Oscillation (OMJ) yang melintas di Sulsel. OMJ merupakan aktifnya uap udara yang berdampak pada anomali curah hujan. (Jan)

Share :

Baca Juga

Indonesiaku

Jelang Tahun Pemilu 2024, Ditlantas Polda Sulsel Gelar Turjawali

Indonesiaku

FOTO: Ditlantas Bersama Propam Polda Sulsel
Gelar Penertiban Internal Personel

Indonesiaku

Asik Berenang, Dua Remaja Hilang Terseret Ombak di Tanjung Bayang

Indonesiaku

Rangkaian Rakerda IV 2023 PHRI Sulsel Dimulai, Hari Ini Ada Seminar Nasional

Indonesiaku

Kadis Perumahan Makassar: Tagihan Listrik Rusunawa Menunggak Harus Bayar di Kantor

Indonesiaku

Ditlantas Polda Sulsel Berangkatkan 150 Personel ke KTT WWF 10 di Bali

Indonesiaku

Pengungsi asal Rohingya Boyong Istri dan Anak Pindah ke Jakarta

Indonesiaku

Kalla Grup Sambut Rombongan Pemerintah Nangroe Aceh Dengan Kehangatan Khas Bugis-Makassar