Home / Indonesiaku

Kamis, 17 Februari 2022 17:43- WIB

Sambil Tutup Jalan, GAM Minta Kapolri Dicopot

Makassar, Merata.Net– Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM), melakukan aksi unjuk rasa meminta Kapolri Dicopot dari jabatannya yang berlangsung di Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis, (17/2/2022).

Mereka berorasi secara bergantian dengan membawa beberapa spanduk dan petaka aksi yang menuntut terkait Rentetan Represifitas Aparat terhadap warga sipil.

Upe selaku jenderal lapangan aksi dalam orasinya mengatakan bahwa, Aparat kepolisian kini sudah tidak berprikemanusiaan itu tentunya sebuah pelanggaran Hak Asasi Manusia dimulai dari pembungkaman demokrasi, tindakan represif aparat dalam pengamanan aksi unjuk rasa dan pekan kemarin kita dipertontonkan dengan kebrutalan aparat terhadap warga di Desa Wadas.

“Tak hanya itu kemarin kita diperlihatkan warga sipil yang melakukan protes terhadap kebijakan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada masyarakat hingga berujung penembakan yang menewaskan massa aksi di Sulawesi Tengah tentu kejadian yang terjadi akhir akhir ini tentunya sebuah pelanggaran hak asasi manusia dan oknum aparat yang melakukan penembakan telah melanggar peraturan kapolri no 1 tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindak serta melanggar PERKAP No.8 Tahun 2009 tentang implementasi prinsip dan standar Hak asasi manusia dalam penyelenggaraan tugas Polri,” tutur Upe dalam orasinya.

Baca Juga  Pertamina Patra Niaga Sulawesi Pastikan Stok Avtur Aman Selama Penerbangan Haji 2024 di Bandara Sulhas

Selain itu wahyu selaku kordinator mimbar mengatakan dalam orasinya Semenjak Listyo Sigit Prabowo menjabat sebagai Kapolri tindakan represif aparat terhadap warga sipil terus meningkat.

“Tentu hal ini tidak lagi sesuai dengan apa yang disampaikan beliau bahwa pengamanan aksi unjuk rasa aparat harus mengedepankan sikap humanis. Maka kami meminta Bapak Listyo Sigit Prabowo untuk Mundor dari jabatanya karna kami menganggap kapolri saat ini tidak mampu dan tidak becus dalam mengakomodir ataupun mengatur para anggotanya, ” tutup wahyu dalam orasinya.

Baca Juga  MaRI Gelar Simulasi Kebakaran serta Keadaan Darurat

Adapun Grand Issue Gerakan Aktivis Mahasiswa yaitu “COPOT KAPOLRI” dan membawa beberapa tuntutan

1.Tangkap dan Adili Pelaku penembakan terhadap Massa Aksi di Sulawesi Tengah
2.Hentikan Penyergapan Warga di Desa Wadas
3.Stop Reprisifitas Aparat dalam pengamanan aksi

Aksi tersebut berlangsung selama dua jam lebih yang mengakibatkan arus lalu lintas macet, aparat dan masaa aksi sempat beberapa kali bersitegang karna Mahasiswa ingin melakukan pembakaran Ban dan menahan mobil untuk dijadikan panggung orasi. (*)

Share :

Baca Juga

Indonesiaku

Timnas U-20 Kalah 0-2 Melawan Klub Arab Saudi Al-Adalah FC

Indonesiaku

Hadiri Hayyu Menyeduh, Anggota DPR Rudy Mas’ud Apresiasi Barista

Indonesiaku

Dewan Harap UMK Makassar Bisa Naik Rp50 ribu di Atas UMP Sulsel

Indonesiaku

Sambut Ramadan 2024, Phinisi Hospitality Indonesia Kembali Bersih-bersih Masjid

Indonesiaku

Nelayan Pallannasang Barombong Butuh Bantuan Mesin dan Subsidi Solar

Indonesiaku

Kodam Hasanuddin dan Apindo Sulsel Gelar Amaliah Ramadhan Pasar Sembako Murah

Indonesiaku

Kasus Kriminalisasi UU ITE Dosen Ramsiah Dihentikan, Segera Revisi UU ITE Cabut Pasal Karet

Indonesiaku

KM Banawa 28 Milik Dishub Provinsi Terbakar di Pantai Losari