Home / Olahraga / Pemerintahan

Kamis, 13 Januari 2022 11:37- WIB

Pembangunan Sirkuit Balap dan GOR di Untia Ditender Februari 2022

Ilustrasi. Turnamen Balap motor di Jl Riburane Makassar. ©Erickdidu

Ilustrasi. Turnamen Balap motor di Jl Riburane Makassar. ©Erickdidu

MAKASSAR, MERATA.NET – Sirkuit balap dan Gedung Olahraga (GOR) di kawasan Untia, Kecamatan Biringkanaya segera dibangun. Rencananya tender mulai dilakukan pada Februari nanti.

Pemkot Makassar sendiri telah menyiapkan Rp190 Miliar untuk menggarap lahan seluas 18 hektare. Anggaran tersebut berasal dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022. 

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Makassar, Andi Pattiware mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan dokumen persiapan untuk pengajuan tender. Termasuk pengurusan alas hak lahan yang bakal digunakan.

“Kami akan turun ke lapangan untuk finalisasi penetapan lokasi. Nanti pemerintah kelurahan dan kecamatan akan menyiapkan administrasi pemberkasan untuk pembuatan alas hak,” ucapnya, Kamis (13/01/2022).

Baca Juga  Sebaran Titik Rawan Banjir Meluas, BPBD Makassar Ingin Tambah Unit Armada

Terkait rincian anggaran tersebut, Pattiware mengaku masih harus menghitungnya. Pihaknya tidak ingin terburu-buru.

Pembangunan sirkuit balap ini dinilai penting dilakukan. Mengingat banyaknya aksi balap liar di jalanan Kota Makassar.

Hal ini tentu mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya. Sehingga, kehadiran sirkuit balap ini diharapkan bisa menyalurkan kreativitas dan bakat anak muda Makassar di bidang otomotif.

Kadipora Makassar, Andi Pattiware. Foto/Ist

Sementara, GOR akan dibuat sebagai sarana olahraga bagi masyarakat. GOR ini dinamakan Makassar Corp City Arena (Macca). Konsepnya dibuat sebagai gedung multifungsi.

Baca Juga  45 Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Luwu, Plt Gubernur : Buffer Stock Dinsos Provinsi Telah Disalurkan

“Selain jadi gedung olahraga, bisa juga jadi pusat pengungsian dan rumah sakit darurat kalau sewaktu-waktu terjadi bencana,” jelas Pattiware.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanahan, Akhmad Namsum memastikan, lahan yang akan digunakan untuk pembangunan dua item proyek tersebut adalah aset milik pemerintah kota. Namun, diperlukan pembuatan alas hak sebagai bukti legalitas lahan sebelum surat keputusan (SK) penetapan lokasi (penlok) diterbitkan.

“Aset di sana itu perolehannya dari hasil pembebasan lahan. Di rapat kemarin kami sudah usulkan supaya ada peninjauan lapangan supaya semua bisa jelas dalam implementasi lebih lanjut,” pungkasnya. (Gun)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Deklarasi Pemilu Damai dan Netralitas ASN Digelar di Lapangan Pancasila Palopo

Pemerintahan

Wali Kota Appi Resmikan MCH Kedua di Jalan Nusantara, Jadi Ruang Tumbuh Anak Muda Kreatif

Pemerintahan

Gerakan Gemar Makan Telur HUT Sulsel 355, Pjs TP PKK Kota Makassar Harap Jadi Kebiasaan Diri

Olahraga

Menang Lawan Vietnam, Shin Tae-yong: Suporter Indonesia Luar Biasa di Stadion

Pemerintahan

Dispora-Polrestabes Makassar Gelar Lantang Bangia Run Race

Pemerintahan

Aliyah Mustika Ilham: Damkar Garda Terdepan, Harus Tetap Siap, Profesional dan Responsif

Pemerintahan

Inspektorat Daerah Kota Makassar Luncurkan Aplikasi APIP TA untuk Optimalisasi Pengawasan Intern

Pemerintahan

Dirangkaikan Rambu Solo, Binda Sulsel Gelar Vaksinasi di Toraja Utara