Home / Internasional

Rabu, 26 April 2023 07:08- WIB

Konflik Sudan, Dua Jenderal Tertinggi Bertanggung Jawab

Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo (kiri) dan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan (kanan). FOTO/Getty Images

Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo (kiri) dan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan (kanan). FOTO/Getty Images

MERATA.NET – Sudan bergelora, Kehidupan di ibu kota Sudan, Khartoum, dan di banyak bagian lain negara itu, tiba-tiba berubah secara dramatis menjadi lebih buruk lewat pertempuran sengit dua kelompok tentara di negara itu.

Dikutip dari laman BBC, Selasa (25/4/2023) penyebab perang Sudan bermula ketika negara tersebut dilanda kudeta tahun 2021.

Sejak itu, Sudan dijalankan oleh dewan jenderal, yang dipimpin oleh dua orang petinggi militer, yang kemudian menjadi cikal bakal perselisihan ini.

Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, pemimpin Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan Mohammed Hamdan Dagalo, yang lebih dikenal sebagai Hemedti, kepala dari kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF).

Baca Juga  Bahlil: Pengecer Sudah Bisa Menjual Kembali LPG 3kg Tapi Statusnya Diubah

Kedua jenderal itu dulunya bekerja sama, melakukan kudeta bersama, namun kini pertempuran mereka demi meraih supremasi justru menghancurkan Sudan.

Mereka tidak setuju dengan arah negara menuju pemerintahan sipil. Yang dilaporkan menjadi masalah utama adalah rencana untuk meleburkan 100.000 pasukan RSF ke dalam militer dan siapa yang kemudian akan memimpin pasukan baru itu.

Jenderal Dagalo menuduh pemerintahan Jenderal Burhan Islamis radikal dan bahwa dia bersama RSF berjuang untuk rakyat Sudan demi memastikan kemajuan demokrasi yang telah lama mereka dambakan.

Baca Juga  Hasil Latihan Bebas Pertama MotoGP Mandalika 2022, Pol Espargaro Tercepat

Banyak yang menganggap pesan ini sulit dipercaya, mengingat rekam jejak RSF yang brutal.

Jenderal Burhan mengatakan dia mendukung gagasan untuk kembali ke pemerintahan sipil, tetapi dia hanya akan menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah terpilih.

Diperkirakan puluhan ribu orang, termasuk warga Sudan dan yang berasal dari negara tetangga, mengungsi akibat perang saudara ini. (*)

Share :

Baca Juga

Internasional

Kalah dari Munchen, Barcelona Turun Kasta ke Liga Europa

Internasional

Munafri Arifuddin Resmi Menjadi Konsul Kehormatan Republik Kroasia di Makassar

Internasional

Jelang Final Leg II AFF Suzuki Cup 2020 : Indonesia Butuh Keajaiban

Internasional

Dewan Penasihat ASEAN-Australia Centre Berkunjung ke Jakarta

Internasional

Suzuki Benar-Benar Pamit dari MotoGP

Internasional

Gelombang Panas Ekstrem Melanda di Tiongkok, Sungai Sampai Kering

Indonesiaku

Palang Merah Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan Korban Gempa di Myanmar

Internasional

Kedutaan Australia Memperingati Kepahlawanan dan Pengorbanan di Pulau Bangka