Home / Internasional

Jumat, 26 Agustus 2022 21:13- WIB

Gelombang Panas Ekstrem Melanda di Tiongkok, Sungai Sampai Kering

Sungai Yangtze di Chongqing barat daya, Tiongkok

Sungai Yangtze di Chongqing barat daya, Tiongkok

Beijing, Merata.Net – Negara China kini dalam keadaan dilanda gelombang panas ekstrem. Fenomena ini dilaporkan menyebar di separuh wilayah China bahkan di dataran tinggi Tibet yang biasanya memiliki cuaca dingin.

Suhu tertinggi di China sempat mencapai lebih dari 40 derajat celsius. Salah satunya di Chongqing, Sichuan yang mencapai 45 derajat celcius. Ini merupakan suhu tertinggi yang pernah terjadi di China.

Akibat dari gelombang panas ini, ketinggian air di beberapa sungai dan waduk China semakin turun. Selain itu, pabrik-pabrik tutup karena kekurangan listrik. Tak sedikit pula tumbuhan telah rusak akibat kekeringan ini.

Sebagai informasi, pembangkit listrik tenaga air melemah akibat tingkat air yang semakin rendah. Hampir 80 persen listrik di China berasal dari pembangkit tenaga air.

Baca Juga  Hasil Liga Inggris : Liverpool dan Man City Sukses Amankan Tiga Poin

Akibatnya, perkantoran dan pusat perbelanjaan diminta mengurangi penerangan dan pendingin ruangan untuk menghemat listrik. Situasi ini berpotensi berdampak di seluruh dunia, menyebabkan gangguan lebih lanjut pada rantai dan memperburuk krisis pangan global.

Sejarawan cuaca Maximiliano Herrera, mengatakan gelombang panas China kali ini tercatat merupakan yang terparah dari negara manapun dalam sejarah.

“Ini menggabungkan intensitas paling parah dengan suhu paling ekstrem di area yang sangat luas secara bersamaan. Tidak ada dalam sejarah iklim dunia yang sebanding dengan apa yang terjadi di China,” kata Herrera dalam keterangan tertulis, melansir dari New Scientist, Jumat (26/8/2022).

Kekeringan yang memecahkan rekor telah menyebabkan beberapa sungai di Tiongkok, termasuk bagian dari Yangtze yang mengering, memengaruhi tenaga air, menghentikan pengiriman, dan memaksa perusahaan-perusahaan besar untuk menangguhkan operasi.

Baca Juga  Mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe Tertembak Jumat Pagi

Kekeringan di barat daya Tiongkok yang berpenduduk padat diperkirakan akan berlanjut hingga September. Hilangnya aliran air ke sistem pembangkit listrik tenaga air Tiongkok yang luas telah memicu “situasi serius” di Sichuan. Kota Sichuan mendapatkan lebih dari 80% energinya dari pembangkit listrik tenaga air.

Pekan lalu provinsi itu menghentikan atau membatasi pasokan listrik ke ribuan pabrik dan menjatah penggunaan listrik publik karena kekurangan tersebut. Toyota, Foxconn dan Tesla termasuk di antara perusahaan yang dilaporkan telah menghentikan sementara operasi di beberapa pabrik selama dua minggu terakhir. (*)

Share :

Baca Juga

Indonesiaku

Pertemuan Trilateral Perdana Indonesia, Australia dan Papua Nugini

Bisnis

Musim Haji 2023, Telkomsel Hadirkan Paket RoaMAX Haji serta Layanan GraPARI Makkah

Internasional

Hasil QTT MotoGP Thailand: Sejarah Baru dari Marco Bezzechi Pole Position

Internasional

PSM Waspadai Serangan Sayap Hougang United

Internasional

Hasil Tes MotoGP Mandalika Hari Pertama, Pol Espargaro Tercepat

Internasional

Tekad Pebalap Wajo Andi Fade Pertahankan Gelar Juara Asia Musim Ini di ARRC 2022

Internasional

Poynter dan Meta Bermitra Berikan Dasar-dasar Pemeriksaan Fakta untuk Jurnalis di Asia Pasifik

Internasional

Hasil Liga Inggris : Arsenal vs Manchester City 1-2