Home / Indonesiaku / Komunitas

Selasa, 30 November 2021 14:34- WIB

Kompol Erwin Syah : Kendaraan ODOL Bisa Diproses Hukum

Ilustrasi kendaraan over dimensi. Foto/int

Ilustrasi kendaraan over dimensi. Foto/int

MAKASSAR, MERATA.NET – Kasubdit Regident Ditlantas Polda Sulsel Kompol Erwin Syah mengingatkan bahwa kendaraan yang over dimensi merupakan kategori pelanggaran lalu lintas dan dapat diproses hukum.

Diketahui kendaraan overdimensi adalah kendaraan yang telah mengalami modifikasi sehingga dimensi pengangkut kendaraan sudah tidak sesuai dengan standar produksi pabrik.

“Kendaraan yang overdimensi kategori Kejahatan lalu lintas dan penyebab potensial terjadinya kecelakaan dan potensi merusak infrastruktur jalan,” ungkap Kompol Erwin Syah saat menjadi pemateri pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Gammara, Selasa (30/11/2021).

Kasubdit Regident Ditlantas Polda Sulsel Kompol Erwin Syah (tengah) menjadi pematei pada FGD di Hotel Gammara, Makassar. Foto/Ist

FGD ini mengusung tema tentang pembinaan serta pengawasan perusahaan Karoseri dan dealer dalam rangka pengawasan dan pencegahan Over Dimensi dan Over Loading (ODOL).

Baca Juga  Perumda Pasar Makassar Segel 7 Lods di Pasar Sambung Jawa

Hadir pula sebagai pembicara dalam kegiatan itu, Mohamad Risal Wazal selaku Direktur Sarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan, Taofan Andriana sebagai Kasi Pengawasan dan Kasubsibinpuan Sikorwas PPNS Ditreskrim Polda Sulsel Ipda Ramla Kalale.

Kompol Erwin Syah menjelaskan setiap kendaraan harus menjalani registrasi dan identifikasi, perpanjangan maupun pengesahan sebelum beroperasi. Jika kendaraan dioperasionalkan dijalan tdk sesuai, bisa dilakukan upaya penertiban dan penegakan hukum yang nantinya polisi bekerjasama dengan instansi terkait.

“Demikian pula jika over dimensi akan mendapatkan sanksi hukum karena tidak sesuai dengan prosesur. Kendaraan semacam ini tentukan akan memiliki efek. Antara lain rawan menyebabkan kemacetan, kecelakaan dan merusak infrastruktur,” terangnya.

Baca Juga  Potret Dua Tahun Perjalanan Pandemi Covid-19 Dipamerkan di Pipo Mal

Ditambahkan, kendaraan yang sudah didaftar jangan pernah diubah. Kendaraan yang terdaftar itu sudah melewati registrasi dan identifikasi. “Jika diubah itu merupakan suatu pelanggaran,” tambahnya lagi.

Kompol Erwin Syah juga mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu menaati aturan lalu lintas yang ada. Sebab kata dia, lalulintas adalah cerminan budaya.

“Jika lalulintas baik dan lancar Insya Allah manusianya lebih baik. Jika lalulintasnya semrawut, tidak patuh, melanggar dan terjadi kecelakaan, maka itu adalah cerminan budaya kita sendiri,” tegasnya.

Share :

Baca Juga

Komunitas

Fatma Wahyuddin Dukung Penuh DWP Makassar Periode 2025 – 2029 untuk Terus Berkarya

Komunitas

Ketua KNPI Sulsel: Jadikan Idul Fitri Momentum Menjaga Ukhuwah Insaniyah

Komunitas

Ketua TP PKK Kota Makassar Hadiri Pemuda Fest, Ajak Pemuda Wujudkan Makassar Low Carbon City

Indonesiaku

Ikuti Instruksi Pusat, Tak Ada Penyekatan Saat Nataru 2021 di Makassar

Komunitas

Bertemu Andi Utta, Fadel Tauphan Dorong Penyatuan KNPI di Daerah

Komunitas

Kalla Toyota Gelar Silaturahmi Sepak Bola Mini Bersama Jurnalis Makassar

Indonesiaku

Benda Pusaka di Museum Lapawawoi Bone Hilang, Polda Sulsel : Kita Selidiki

Bisnis

Social Sunset “Ramadan Ride and Run”, NIPAH PARK Hadirkan Ngabuburit Aktif Bersama Komunitas