Home / Indonesiaku

Minggu, 2 Oktober 2022 07:42- WIB

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Akibatkan 127 Orang Meninggal Dunia

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta

Malang, Merata.Net – Sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022), mengatakan dari 127 orang yang meninggal dunia tersebut, dua di antaranya merupakan anggota Polri.

”Dalam kejadian itu, telah meninggal 127 orang, dua di antaranya adalah anggota Polri,” kata Nico seperti dilansir dari Antara.

Nico menjelaskan, sebanyak 34 orang dilaporkan meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, sementara sisanya meninggal saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat. Hingga saat ini terdapat kurang lebih 180 orang yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit tersebut.

Baca Juga  Video: Unjuk Rasa Kelangkaan Minyak Goreng Berakhir Ricuh di Makassar

Selain korban meninggal dunia, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri.

“Masih ada 180 orang yang masih dalam perawatan. Dari 40 ribu penonton, tidak semua anarkis. Hanya sebagian, sekitar 3.000 penonton turun ke lapangan,” tambah Nico.

Pertandingan di Stadion Kanjuruhan tersebut berjalan dengan lancar. Namun, setelah permainan berakhir, sejumlah pendukung Arema FC merasa kecewa dan beberapa di antara mereka turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.

Baca Juga  Indira Yusuf Ismail Beri Bantuan dan Dukungan Penderita Lumpuh Layu dan Hidrosefalus di Banta-bantaeng

Menurut dia, penembakan gas air mata tersebut dilakukan karena para pendukung tim berjuluk Singo Edan yang tidak puas dan turun ke lapangan itu telah melakukan tindakan anarkis dan membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.

“Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak napas, kekurangan oksigen,” kata Nico. (*)

Share :

Baca Juga

Indonesiaku

Cuaca Ekstrem Landa Makassar, Wali Kota Danny Keluarkan 7 Imbauan

Indonesiaku

Dinkes Makassar Tunggu Hasil Lab Dua Warga Suspek Cacar Monyet

Indonesiaku

Makassar dan Sidrap Level 3, Berikut Daftar PPKM di Sulsel

Indonesiaku

Rayakan Usia ke-5 Tahun, Pipo Mal Berbuka Puasa Bersama Ratusan Anak Panti Asuhan

Indonesiaku

Ketua Dekranasda Kota Makassar Resmikan Galeri UMKM Binaan Pemkot di TSM

Indonesiaku

Sambil Tutup Jalan, GAM Minta Kapolri Dicopot

Indonesiaku

Diundi Kapolri, Hadiah Utama 1 Mobil Kebut Vaksinasi Sulsel Diraih Warga Toraja
Dialog antar pemuda yang digelar Literasi Anak Papua/Ist

Indonesiaku

Kelompok Pemuda Papua di Makassar Bahas Kompleks Kebangsaan