Makassar, Merata.Net – Berdasarkan data survei Campaign Research dan Consuling (CRC) program pemerintah Kota yang paling mendesak dalam percepatan program pemkot untuk segera dilaksanakan terkait penyediaan lapangan kerja.
54,3 persen masyarakat membutuhkan lapangan kerja. 47.0 persen masyarakat meminta Pemkot Makassar untuk menangani masalah banjir dan 36.8 persen masyarakat meminta untuk pengentasan kemiskinan.
“Ada 5 isu yang paling penting dirasakan oleh masyarakat tiga diantaranya adalah isu mengenai ekonomi. Pertama kita bisa lihat kondisi perekonomian masyarakat. 23, 8 persen menyatakan masih buruk. Ada juga dua isu lain menjadi tipikal isu perkotaan yaitu isu kemacetan dan banjir,” ujar Peneliti CRC, Imam Sayuti Senin, (15/3/2022).
Menanggapi hal itu, Wali Kota Makassar mengatakan, ini menjadi catatan penting untuk Pemkot Makassar. Pemerintah kota akan menjawab semua keresahan warga dengan menghadirkan peluang kerja untuk warga dalam program 5000 lorong wisata.
“Semua temuan survai sudah ada dalam program kami, dalam 5000 lorong wisata. 1 lorong wisata saya aktifkan 20 tenaga kerja. Artinya ada 200.000 peluang kerja baru kita hadirkan,” kata Danny dalam Rakorsus Pemkot Makassar, di Four Points.
Danny juga mengatakan, program Tettere akan meningkatkan perekonomian UMKM masyarakat Makassar di masa pandemi.
Para pelaku UMKM akan dibekali dengan motor listrik untuk berdagang dari lorong ke lorong. Ini disiapkan secara gratis.
1000 UMKM akan diberdayakan lewat program ini. Konsepnya per RW, Pemkot Makassar akan meminjamkan motor listrik untuk kelompok usaha rakyat.
“Saya membuat tettere. tettere ini bergantian untuk memenuhi ekonomi masyarkaat 1000 KK dari 5000 peluang kerja baru”jelas Danny.
“kita akan membuat banyak struktur sosial baru. Kita punya asessor govermen, itu kita ambil dari bassibarania. Jadi insyalaah fokus kita peluang bisnis dan peluang kerja baru,” tambah Danny. (Jen)










