Makassar, Merata.net – Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Sulsel bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) meluncurkan program Penanganan Anak Tidak Sekolah Berbasis Aksi Kolaborasi. Atau yang disingkat Pasti Beraksi.
Dalam peluncuran kali ini, 5 perusahaan terlibat, diantaranya PT Pegadaian Kanwil VI, Yayasan Kalla, Pelindo Regional 4, Bank Sulselbar, dan Grup Astra Makassar. Di mana mereka turut menyalurkan CSR membantu anak bisa bersekolah.
Adapun peluncuran itu digelar dalam rangka Hari Anak Sedunia yang berlangsung Baruga Pattingalloang Rujab Gubernur Sulsel, Kamis (28/07/2022). Dan dibuka langsung oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.
Plh Ketua Forum CSR Sulsel, Fatimah Kalla menyampaikan komitmen pihaknya untuk terus membantu masyakarat. Dan program yang ketiga ini pun menyasar anak-anak yang putus sekolah.
“Jadi ini kegiatan ketiga dalam tempo yang singkat ini sejak dilantik dua bulan lalu. Kami ikut untuk memberikan bantuan anak didik untuk melanjutkan sekolahnya dalam bentuk materi,” ucap Fatimah Kalla.
Mewakili Forum CSR Sulsel, Fatimah Kalla berterima kasih kepada perusahaan yang mau terlibat dalam program ini. Sehingga diharapkan seluruh anak yang putus sekolah bisa melanjutkan pendidikannya.
“Untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan baik yang ada dalam forum ini, khususnya kepada PT Pegadaian Makassar, Bank Sulselbar, Pelindo 4 dan juga Yayasan Kalla serta Grup Astra Makassar. Sebab, telah ikut menyumbang materinya untuk paket bantuan kepada anak sekolah kita,” ucapnya.
Ketua Yayasan Kalla ini menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkolaborasi dengan pihak lain. Dengan begitu, CSR yang tersalurkan akan tepat sasaran.
“Dan kita juga akan terus berkoordinasi banyak sehingga program ini akan lebih bagus kedepan. Serta membangun Sulsel dan mementaskan kesejahteraan masyakarat kita,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyatakan program Pasti Beraksi telah menunjukan progres. Sejauh ini, total 14.700 siswa yang kembali bersekolah.
Adapun jumlah tersebut merupakan kalkulasi dari sejumlah kabupaten/kota yang masuk dalam program itu. Beberapa diantaranya, Gowa, Wajo, Kota Makassar, dan Takalar.
“Yah ini pemerintah kabupaten sudah komitmen bahwa kita akan kolaborasi. Tadi telah dibuktikan selama tahun kita bisa menurunkan 14.700 yang putus sekolah,” ucapnya.
Sudirman Sulaiman mengatakan bahwa program ini akan diperluas hingga mengakomodir seluruh wilayah di Sulsel. Ia pun akan melibatkan beberapa pihak seperti TNI-Polri, aparat desa, dan Bappeda setempat.
“Paling tidak ini akan kita perluas lagi jangkauan dan yang paling kita menyasar yang banyak dulu volumenya,” tutupnya. (*)










