Home / Bisnis

Jumat, 12 November 2021 18:42- WIB

Ekosistem Gojek Bantu UMKM Bertahan di Masa Pandemi

Pemilik Bakso Iyang Lorong Bambapuang, Yonce menjadi mitra UMKM GoFood. Foto/IST

Pemilik Bakso Iyang Lorong Bambapuang, Yonce menjadi mitra UMKM GoFood. Foto/IST

MAKASSAR, MERATA.NET – Pandemi Covid-19 telah berdampak pada pergeseran kebiasaan baru di masyarakat Kota Makassar di antaranya adaptasi kebiasaan berjualan, berbelanja dan pesan-antar makanan secara daring, melakukan transaksi sehari-hari secara nontunai hingga melakukan berbagai kewajiban pembayaran secara daring.

Semua kebiasaan baru tersebut dilakukan untuk mengurangi mobilitas di luar rumah serta meminimalisir kontak langsung guna menghindari transmisi virus Covid-19. Ada banyak pelaku UMKM merasakan dampak dari pandemi ini, ratusan bahkan ribuan UMKM ada yang memilih tutup karena sepinya pengunjung ke kedai mereka, namun ada juga yang memilih untuk tetap bertahan.

Melihat pergeseran kebiasaan masyarakat saat ini, mereka memilih bertahan dengan mengandalkan ekosistem layanan Gojek, ribuan UMKM pun merasakan manfaat go digital bersama Gojek.

Yonce, Pemilik Bakso Iyang Lorong Bambapuang harus memutar otak untuk bertahan selama masa pandemi dengan menjadi social seller mengandalkan layanan GoShop. Kata dia, sebelum pandemi biasanya mampu menjual hingga 150 porsi bakso dalam sehari dan habis hanya dalam waktu tiga jam saja.

“Namun saat pandemi dan pemberlakuan peraturan pemerintah untuk tidak bisa makan di tempat demi mencegah penularan virus Covid-19 di tempat terbuka, banyak dari pelanggan kami yang memesan via online menggunakan layanan GoShop,” ungkapnya.

Melihat tingginya animo pemesanan melalui GoShop, Yonce akhirnya memutuskan untuk menjadi mitra usaha GoFood. “Saat itu kami belum bergabung menjadi merchant GoFood, namun karena melihat pelanggan kami banyak yang memesan via online, jadi kami memutuskan untuk bergabung menjadi mitra usaha GoFood, selain memudahkan pelanggan dalam memesan kami juga bisa mengontrol jam buka tutup warung dan penjualan jika stok habis melalui aplikasi Go-Biz,” jelasnya.

Ia melanjutkan, usaha yang dirintis ayahnya sejak 1995 saat Ayah Yonce meninggal dunia dengan berkeliling dari lorong ke lorong di kota Makassar sebelum akhirnya memutuskan untuk berjualan dengan membuka kedai bakso di Lorong Bambapuang.

Head of Regional Corporate Regional Affairs East Indonesia, Guntur Arbiansyah mengatakan, ketahanan ekonomi selama pandemi Covid-19 di Kota Makassar ternyata mampu didukung oleh keberadaan ekosistem ekonomi digital yang dimiliki Gojek.

“Solusi teknologi dan non-teknologi yang itawarkan platform digital Gojek membantu pelaku UMKM beradaptasi sehingga bisa bangkit di situasi pandemi COVID-19, dan tetap optimis bertumbuh ke depannya. Salah satunya melalui kemudahan migrasi UMKM dari offline ke online, atau mempercepat UMKM untuk go digital,” pungkas Guntur. (NTI)

Share :

Baca Juga

Bisnis

IM3 Platinum Hadirkan Platinum Club, Dirancang Khusus untuk Layanan Lebih Eksklusif

Bisnis

Telkomsel Siaga Area Pamasuka Pastikan Kesiapan Konektivitas dan Layanan Digital Terdepan

Bisnis

Sinergi Pemerintah dan UMKM, Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Trend Hijab Expo Ramadan 2025

Bisnis

Lengkap, Nyaman, Inspiratif! INFORMA NEO SOHO Kini Hadir dengan Concept Store Baru

Bisnis

Bukit Baruga Hadirkan Baruga Market; Ruang Kolaborasi yang Inovatif dan Ramah UMKM

Bisnis

Brand Kepercayaan Pelanggan, Vinilon Group Kembali Raih Penghargaan Superbrands

Bisnis

Bumi Karsa Raih Bronze Kategori Best Practice in Environment di Ajang CSR Outlook Award 2023

Bisnis

XLSMART Lanjutkan Ekspansi Layanan Smartfren di Palu