Home / Pemerintahan

Selasa, 9 Desember 2025 14:39- WIB

Buka Pelatihan Batik Lontara, Melinda Aksa: Batik Lontara Harus Jadi Kebanggaan dan Karya Perajin Lokal

MAKASSAR, Merata.Net – Dekranasda Kota Makassar menggelar Pelatihan Batik Lontara sebagai upaya pelestarian dan pengembangan wastra khas daerah. Kegiatan ini dilaksanakan pada 9–12 Desember 2025 di Baruga Anging Mammiri.
Pelatihan bertajuk “Tulis Lontara di Kain, Batik Bercerita, Nilai Terwariskan” ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas perajin baru maupun perajin yang telah mahir. Selama empat hari, peserta mendapatkan materi teknik membatik, pengembangan motif, hingga inovasi pewarnaan yang lebih modern.
Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengatakan Makassar memiliki sejarah dan peradaban yang sangat bernilai, salah satunya melalui keberadaan aksara Lontara yang menjadi identitas masyarakat Bugis-Makassar sejak berabad-abad lalu.
Melinda menyebutkan bahwa tidak semua daerah di Indonesia memiliki aksara daerah. Dari 817 bahasa daerah yang tercatat, hanya 12 yang memiliki aksara. “Kita patut bangga sebagai suku Bugis-Makassar karena memiliki aksara yang masih terjaga hingga hari ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa banyak warisan budaya besar yang dimiliki masyarakat Bugis-Makassar, termasuk naskah kuno I La Galigo yang telah diakui UNESCO sebagai memori dunia. Karena itu, pelestarian aksara lontara perlu terus diupayakan agar tidak hilang ditelan zaman.
“Pelatihan ini menjadi salah satu terobosan penting untuk memodernkan aksara Lontara agar lebih dekat dengan generasi muda. Pengembangan motif batik dinilai menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan kembali aksara tersebut melalui fashion,” ujarnya.
Melinda mengakui Makassar bukan daerah pembatik tradisional seperti Jawa. Namun, katanya, Dekranasda ingin mendorong lahirnya identitas baru melalui batik lontara yang lebih menarik dan memiliki ciri khas lokal.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa batik lontara juga dapat dibuat lebih modis, berkelas, dan wearable untuk berbagai kesempatan,” ujarnya
Melinda juga mengapresiasi Tendri, satu-satunya pembatik lontara di Makassar yang selama ini konsisten mengembangkan batik lontara. Ia berharap melalui pelatihan ini akan lahir lebih banyak pembatik baru yang mampu berkarya dan memperluas pasar batik lontara.
Ia juga menyinggung maraknya penggunaan batik print yang tidak diproduksi oleh perajin lokal. Melinda menegaskan bahwa Dekranasda harus mendukung karya para perajin, bukan mempromosikan produk print.
“Saat ini Pemkot Makassar telah mewajibkan penggunaan batik lontara setiap hari Kamis. Namun, produksi perajin lokal masih terbatas sehingga banyak pegawai memakai batik print yang dibuat di Jawa. Kondisi ini diharapkan berubah ketika lebih banyak perajin lokal mampu memproduksi batik lontara secara konsisten,” ujarnya.
Melinda berharap setelah pelatihan ini, Pemkot dapat lebih tegas mendorong penggunaan batik lontara hasil kriya perajin Makassar di lingkungan pemerintah kota. Hal ini sekaligus membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi kreatif daerah.
Pelatihan ini menjadi langkah konkret untuk menghidupkan kembali kecintaan masyarakat terhadap aksara Lontara sekaligus mencetak perajin batik lontara yang lebih kreatif dan inovatif.

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

10 Kepala Keluarga di Blok 10 Antang Kembali Mengungsi Akibat Genangan Air Mencapai 60 CM

Pemerintahan

Dewan Adat Saoraja Bone Anugerahi Pj Gubernur Bahtiar Gelar Adat Daeng Mappuji

Pemerintahan

Penerbangan Rute Makassar – Banjarmasin Dibuka, Perkuat Posisi Sulsel Hub Indonesia Timur

Bisnis

Presiden Luncurkan Kartu Kredit Pemerintah Domestik dan QRIS Antarnegara

Pemerintahan

Presiden Prabowo: Polri Harus Tetap Tangguh, Bersih, dan Berpihak kepada Rakyat

Pemerintahan

Walikota Makassar Hadiri Syukuran HUT ke-76 Korps Brimob Polda Sulsel

Pemerintahan

Wali Kota Makassar Lantik 457 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Pemerintahan

DP3A Edukasi Warga Longwis Pentingnya Psikologi Perkembangan Anak