Makassar, Merata.Net – Harga emas dilaporkan turun akibat kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed. Pada Rabu (16/03/2022), harganya menurun sampai -16,68% ke level terendah di angka 1.906,07 US Dollar per troy ons (TOZ).
Ada kekhawatiran jika harus emas terus menurun seiring The Fed secara agresif menaikkan suku bunga. Dan hal tersebut membuat mereka yang berinvestasi di aset itu bisa tak mendapat imbal hasil apapun.
Meski begitu, pengaruh konflik Rusia-Ukraina bisa membuat tren harga emas kembali naik. Hal tersebut dapat terjadi ketika hubungan diplomatik terjadi antara kedua negara.
Disampaikan Pimpinan Cabang PT Kontak Perkasa Futures (KPF) Makassar, Sri Mulyanti, ketika harga emas naik bisa menembus ke level 1.932 US Dollar, maka bisa melanjutkan trennya. Dan bisa mencapai angka 1.943 US Dollar TOZ.
“Berdasarkan analisa teknikal konfirmasi sinyal buy di harga 1900-1910 US Dollar potensi targetnya adalah 1932 US Dollar. Peluang buy juga bisa diambil jika 1932 pecah dan target emas naik ke 1943-1959,” jelasnya, Jumat (18/03/2022).
Sementara untuk waktu momen beli emas, kata Yanti–sapaan akrabnya, bisa menunggu harga emas turun dulu. Ia memprediksi bisa tembus pada angka 1910 US Dollar.
“Konfirmasi sinyal sell diarea 1943-1932 US Dollar dengan targer penurunan 1910-1900. Peluang sell juga bisa diambil jika support 1910 pecah dengan targer emas turun kekisaran 1900-1889,” ucapnya.
Yanti menyebut ada beberapa layanan yang bisa dipakai dalam investasi emas. Salah satunya adalah KPF.
“Jadi KPF adalah salah satu perusahaan pialang yang sejak tahun 2000 telah dipercaya oleh ratusan masyakarat untuk berinvestasi. Sudah terjamin,” tukas Yanti. (Gen)










