Makassar, Merata.Net– Pemerintah Kota Makassar berencana menggelar salat subuh berjamaah di Anjungan Pantai Losari, Bugis Makassar.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar, Mohammad Syarief mengatakan, pemkot akan melibatkan masyarakat, RT/RW, OPD, SKPD dan BUMD Kota Makassar.
Kegiatan ini akan diselenggarakan satu kali sepekan selama Ramadan. Setiap hari Minggu subuh.
“Kami sudah siapkan secara internal dihadiri beberapa Kabag Umum, pemerintahan, BPM, Kesra, Protokol, Satpol PP, Damkar Dishub tambah PDAM, dan lainnya,” ujarnya, Jumat, (8/4/2022)
Tema salat subuh berjamaah ini Jagai anakta’, Jagai Kota ta’. “Itu menjadi program prioritas Wali Kota, lebih-lebih kondisi bangsa kita harus jaga stabilitas keamanan, jadi harus kerjasama yang baik,” kata Syarief.
Ia mengatakan, seluruh stakeholder terkait siap menyelenggarakan dan akan menyukseskan kegiatan subuh berjamaah.
“Kegiatan itu lebih awal kami siapkan. 10 SKPD yang dikibatkan. Kami bagi tugas masing-masing,” katanya.
Masing-masinh SKPD memiliki tugas untuk menyelenggarakan kegiatan salat subuh berjamaah ini. Seperti Pemadam Kebakaran (Damkar) akan menyiapkan air untuk wudhunya.
“Karpet dan sound sistemnya oleh umum, Kesra pendakwah dan ceramah. Ada empat orang, imam syafi’i yang disiapkan. Dishub kerjasama Kasatlantas di sepanjang Anjungan untuk mengurai jalan, Satpol dan Polrestabes koordinasi soal keamanan,” jelas Arief.
Sementara Dinas PU akan menyiapkan sarana dan prasarana (sarpras) termasuk kondisi toilet bekerjasama dengan UPTD Losari.
“Kami juga kerjasama dengan kecamatan, perbatasan Mariso, kami koordinasikan, semoga bisa jalan lancar,” jelasnya.
Kegiatan ini, kata dia, sebagai bentuk konsolidasi dan pertemuan Wali Kota Makassar dengan Pj RT/RW.
“Pasti akan ada arahan pak wali dengan tupoksi RT/RW, tidak melihat muslim atau non muslim, semua harus gabung di tempat itu,” lanjutnya.
Rencananya, akan dihadirkan empat penceramah mewakili beberapa ormas dan mereka akan bergilir untuk. Mereka diberikan durasi waktu 7-10 menit untuk memberikan pencerahan.
“Ada Ketua BAZNAS, doktor Haritsa dari Nahdlatul Ulama (NU), Agung Wirawan dari Muhamddiyah, dan Wahdah dr Rahmat,” sebutnya. (Jey)










