Home / Politik

Selasa, 25 Januari 2022 16:50- WIB

NH Tegaskan Pencapresan Airlangga Sudah Final di Golkar

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto

MAKASSAR, MERATA.NET- Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, H.A.M Nurdin Halid menegaskan bahwa pencapresan Airlangga Hartarto maju di Pilpres 2024 mendatang sudah final di partai berlambang pohon beringin.

Hal itu dibeberkan NH, panggilan akrabnya saat ditemui di Makassar, Selasa (25/1/2022).

NH yang diberi amanah sebagai koordinator BAPPILU dan BSN (Badan Saksi Nasional) DPP Partai Golkar menjelaskan dorongan Airlangga maju untuk bertarung pada Pilpres mendatang sudah diputuskan melalui hasil rapimnas Partai Golkar beberapa waktu lalu.

Menurut Ketua Umum Dekopin pusat itu, keputusan pencalonan AH tidak bisa diganggu gugat terkecuali hanya satu, yakni yang bersangkutan (Airlangga Hartarto) yang memutuskan dan menyatakan tidak bersedia maju.

“Jadi, Pak Ketum dipastikan ikut dalam kontestasi pencapresan di 2024 mendatang,” tegas NH kepada awak media di Makassar.

Adapun mengenai elektabilitas AH yang disebut masih terbilang rendah berdasarkan hasil yang dirilis lembaga survei beberapa waktu lalu, disebutkan NH tidak bisa semata-mata menjadi dasar ukuran.

Baca Juga  Sesalkan Tragedi Kanjuruhan, NH Imbau Ketum PSSI Investigasi dan Evaluasi Total

“Termasuk keberadaan baliho Pak Ketum Golkar yang tersebar di mana-mana. Itu juga bukan satu-satu nya variabel dalam mengukur elektabilitas,” urainya.

Tetapi keberadaan baliho, lanjut mantan Ketua Harian DPP Golkar era Aburizal Bakrie itu disebut hanya menjadi salah satu instrumen pengenalan kepada publik. Tidak identik bahkan tidak bisa dijadikan sebagai indikator untuk mengukur elektabilitas seseorang.

NH menimpali, kurangnya elektabilitas Ketum AH disebut karena memang ketum belum menggerakkan mesin partai Golkar.

saat ini partai yang dinaunginya masih dalam tahap konsolidasi struktur mulai tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa hingga kelurahan.

Olehnya, di penghujung Juni 2022 tahun ini, jika target konsolidasi partai di semua tingkatan sudah rampung, maka agenda berikutnya adalah konsolidasi pemenangan.

“Kalau konsolidasi struktur partai sudah selesai diseluruh tingkatan, saya menyakini elektabilitas bahkan elektoral Pak Airlangga pasti naik karena semua elemen di partai sudah bekerja secara struktur, sistematis dan massif nantinya,” kata NH optimis.

Baca Juga  Bersih-bersih Masjid Relawan Prof Husain Syam Pecah Rekor Ramadan Tahun Ini

Sebelumnya, Waketum DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia optimistis elektabilitas AH akan terus mengalami peningkatan jelang Pilpres 2024.

Menurut Doli, Golkar masih memiliki waktu dua tahun untuk melakukan kerja-kerja politik demi mendongkrak elektabilitas Airlangga.

“Ini masih ada dua tahun, tentu kita harus konsisten dengan keputusan kita. Kita harus bekerja lebih sungguh-sungguh untuk mendongkrak elektabilitas dan elektoral Pak Ketum,” kata Doli.

Untuk diketahui, hingga saat ini, elektabilitas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu, berdasarkan survei aneka lembaga, memang masih belum menggembirakan.

Salah satunya, berdasarkan survei yang diselenggarakan Politika Research & Consulting bersama Parameter Politik Indonesia, Airlangga Hartarto tercatat hanya memiliki elektabilitas 0,6 persen pada simulasi 32 nama calon Presiden. (*)

Share :

Baca Juga

Politik

Airlangga Hartato ke Anjungan Losari, Sambil Bikin Pisang Epe

Politik

HUT Golkar ke-58, DPD II Golkar Makassar Siap Gelar Jalan Sehat Dihadiri Puluhan Ribu Peserta

Komunitas

Momentum Hari Pancasila GAM Demo Tolak Sistem Proporsional Tertutup

Politik

Kampanye Pemilu 2024: Gerindra Makassar Sosialisasikan Program dari Prabowo-Gibran

Politik

Andi Suharmika dan Keluarga Besar Dukung Appi Jadi Wali Kota Makassar

Politik

Ian Latanro Resmi Pengganti Antar Waktu Andi Azizah Irma di DPRD Sulsel

Komunitas

Bersama AMK, PPP Makassar Bagikan Sembako ke Korban Kebakaran Asrama Perintis

Pemerintahan

Komisi A Minta Pembahasan Ranperda Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Ditunda Hingga 2022