MAKASSAR, Merata.Net – Trend Hijab x IN2MF atau Indonesia International Modest Fashion Festival kembali hadir di Hotel Claro Makassar selama 10 hari, 23 Maret sampai 1 April 2024.
Event fashion tersebut dihadirkan Artpro berkolaborasi bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Indonesia Fashion Chamber (IFC).
Event Director Trend Hijab, Zulfikar mengatakan bahwa Trend Hijab kali ini lebih meriah dengan peserta dari berbagai daerah yang datang dari penjuru Indonesia, seperti Jakarta Bandung, Bogor, Surabaya, Malang, Purwokerto.
“Khusus Makassar kali ini pesertanya banyak berkat bantuan dari Bank Indonesia,” katanya, dalam konferensi pers Trend Hijab di Claro Makassar, Rabu (20/3/2024).
Sementara itu, ketua IFC Makassar, Lily Gunawan menjelaskan, Trend Hijab kali ini hadir dalam satu wadah yakni Pekan Ekonomi Syariah yang dilaksanakan oleh BI Sulsel.
IFC Makassar yang memiliki sebanyak 15 member akan memamerkan karyanya dalam Trend Hijab.
“Kita juga menghadirkan member IFC dari luar kota untuk tampil dengan menampilkan model-model terbaru,” jelas Lily.
Ia menuturkan, nantinya pihaknya juga tidak hanya memamerkan trend hijab sekarang, namun huga akan memunculkan trend hijab tahun 2025.
Menurut Lily, fashion 2024 dan 2025 setelah diterpa Covid, perkembangan fashion bakal menggambarkan orang bisa beraktivitas dimana pun dan kapan pun.
“Tahun sekarang lebih mengarah ke simple (sederhana),” tutur Lily.
Selanjutnya, Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, mengatakan bahwa sektor fashion tumbuh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, dengan pertumbuhan tersebut merupakan peluang yang bisa dikembangkan jauh lebih baik lagi.
“Ini menarik untuk berpeluang mengisi pasar ekspor, di level global Indonesia berada di tingkat ketiga modest fashion, ini peluang untuk dikembangkan,” kata Rizki.
Dalam Trend Fashion ini, pihaknya akan menghadirkan 100 pelaku usaha dan desainer.
Ada juga pelaku usaha modest fashion, makanan, minuman serta griya.
Selain itu, nantinya bakal ada sosialisasi terkait setifikasi halal bagi pelaku usaha, mulai dari cara mendaftar hingga persyaratannya.
“Pelaku usaha jangan melewatkan kesempatan ini,” pungkasnya. (*)










