Home / Pemerintahan

Jumat, 4 Maret 2022 12:12- WIB

Jadwal Pelantikan Andi Sudirman Ditentukan Kemendagri, Prof Armin: Pemerintahan tak Pincang Tanpa Wagub

Makassar, Merata.Net — Jadwal pelantikan Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulsel definitif hampir dipastikan melewati tanggal 5 Maret 2022 yang merupakan tenggat waktu untuk mendapatkan wakil gubernur sebagai pendamping Andi Sudirman sampai habis masa baktinya.

Mengenai Jadwal pelantikan Andi Sudirman Sulaiman yang ada kalangan menilai condong tidak memberikan ruang bagi calon wakil gubernurnya, ditanggapi oleh Pengamat Politik Pemerintahan dari Unhas Prof Dr Armin Arsyad.

Guru besar Unhas ini menyebutkan bahwa, para politisi tidak bisa berspekulasi atau menarik sebuah konklusi bahwa pelantikan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman yang melewati 5 Maret 2022 karena keinginan pribadi Andi Sudirman.

Baca Juga  Jelang Pelantikan, Ucapan Selamat Bekerja Andi Sudirman Bertebaran di Sulsel

“Setahu saya jadwal pelantikan itu ditentukan oleh Kemendagri dan dilakukan di istana (Negara). Jadi kalau mau disebut ini diatur oleh pihak Andi Sudirman itu tidak begitu, Kemendagri yang menentukan jadwal pelantikan,” ujar Prof Armin Arsyad, Jumat (4/3/2022) di Makassar.

Dia menegaskan bahwa, sebagai akademisi dirinya memberikan masukan kepada Andi Sudirman Sulaiman bahwa setelah pelantikan nantinya sebagai Gubernur Sulsel definitif, maka harus semakin kencang melakukan pekerjaan yang masih menjadi tanggung jawabnya. Janji janji politik harus segera dituntaskan hingga masa bakti berakhir.

Baca Juga  Molor, Tender Proyek PLTsa Makassar Kembali Direncanakan Bulan Januari Ini

Soal isu kepincangan pemerintahan yang disebutkan sejumlah politisi dari legislatif khususnya partai pengusung Andi Sudirman saat pilgub lalu, dinilai Prof Armin tak masuk akal.

“Kalau saya berkesimpulan bahwa justru jika ada wakil (gubernur) justru sebaliknya. Pemerintahan tanpa wakil gubernur tidak akan pincang, akan berjalan dengan baik,” qtegasnya.

Terlalu banyak kasus yang bisa dipakai untuk berkaca dalam proses membuktikan bahwa keberadaan wakil dalam pemerintahan justru memberikan plus dan minus. Ada nilai positifnya dan ada juga nilai negatifnya, khususnya dalam harmonisasi jalannya pemerintahan. (Dar)

Share :

Baca Juga

Indonesiaku

Siaga Nataru Basarnas Turunkan 121 Personel yang Disebar di Beberapa Wilayah di Sulsel

Pemerintahan

Upacara Penurunan Bendera, Wawali Fatma Apresiasi Paskibra yang Bertugas

Pemerintahan

Wow! Makassar Jadi Satu-satunya Kota Terbahagia se-Indonesia Menurut Happy City Index

Pemerintahan

Kondisi Mulai Membaik, Ortu Bayi Korban Busur : Terima Kasih Bantuannya Pak Gubernur Andi Sudirman

Pemerintahan

Gubernur Sulsel Komitmen Dorong Pembangunan di Kabupaten Enrekang

Pemerintahan

FOTO: Presiden Jokowi Blusukan di Pasar Terong Makassar

Ekonomi

Priska Adnan Berharap Pemberdayaan Nasabah BTPN Syariah Bisa Pacu PAD Gowa

Pemerintahan

Gubernur Sulsel Serahkan E-KTP dan KIA kepada Penyandang Disabilitas