MERATA.NET – Klub sepak bola asal Spanyol Valencia CF sedang mempertimbangkan untuk menggugat Netflix terkait film dokumenter berjudul Vini.jr yang dirilis pada 15 Mei 2025 lalu.
Dokumenter ini mengisahkan perjalanan hidup dan karier Vinícius Júnior, pemain Real Madrid asal Brasil, dan mencakup insiden rasial yang terjadi di stadion Mestalla pada 21 April 2023.
Dalam sebuah potongan film tersebut, terdengar suara penonton yang diduga meneriakkan “¡Mono, mono!” kepada Vinícius, yang menurut klub Valencia adalah sebuah kesalahan besar.
Setahun kemudian, tiga orang suporter Valencia dijatuhi hukuman penjara dan larangan masuk stadion — sebuah putusan hukum pertama terkait rasisme dalam sejarah sepakbola Spanyol.
Klub asal Mestalla tersebut mengklaim bahwa yang sebenarnya terdengar adalah teriakan “¡Tonto, tonto!” dan menilai bahwa penyebutan “mono” adalah fitnah yang merusak reputasi klub dan para pendukungnya.
Sebagai respons, Valencia telah mengeluarkan pernyataan resmi yang meminta Netflix untuk melakukan koreksi segera.
Mereka juga menyatakan bahwa mereka mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum guna melindungi kehormatan klub dan para pendukungnya.
Senin (19/5/2025) sore waktu setempat, Valencia merilis pernyataan yang berbunyi: “Sebagai bentuk respons terhadap ketidakadilan dan kebohongan yang ditujukan kepada basis suporter Valencia CF, pihak klub telah mengajukan tuntutan resmi secara tertulis kepada pihak produser dokumenter terkait penyajian insiden di Mestalla yang tidak sesuai kenyataan.”
“Kebenaran dan respek terhadap suporter kami harus ditegakkan. Valencia CF berhak mengambil tindakan hukum sesuai dengan situasi. #RESPECT”. (*)










