Home / Pemerintahan

Sabtu, 25 April 2026 11:51- WIB

Di Retret Pemkab Bone, Sekda Sulsel Dorong Sinergi Eksekutif dan Legislatif Perkuat Tata Kelola

BONE, Merata.Net – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menekankan pentingnya hubungan harmonis antara eksekutif dan legislatif sebagai fondasi dalam penyusunan belanja daerah yang efektif dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Hal itu disampaikan Jufri saat menjadi narasumber dalam Retret Pemerintah Kabupaten Bone di Batalyon Armed 21 Kawali, Kabupaten Bone, Jumat, (24/04/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 75 orang terdiri atas kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan kepala bagian di lingkup Pemerintah Kabupaten Bone itu berlangsung hingga 26 April 2026.

Retret tersebut dirancang sebagai wadah penguatan kapasitas kepemimpinan, peningkatan koordinasi, serta penyelarasan visi dan program kerja di lingkungan pemerintahan daerah.

Retret ini juga menjadi ruang konsolidasi birokrasi untuk memperkuat kapasitas aparatur menghadapi tantangan tata kelola pemerintahan yang semakin dinamis, sekaligus memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dalam mendorong pelayanan publik yang lebih efektif.

Jufri membawakan materi bertajuk Merawat Hubungan Eksekutif dan Legislatif dalam Penyusunan Belanja Daerah. Kehadirannya sebagai narasumber dinilai relevan mengingat pengalaman panjangnya hampir empat dekade di birokrasi, termasuk pernah menjabat Penjabat Bupati Sinjai dan Penjabat Bupati Tana Toraja, serta pengalaman bertugas di pemerintahan pusat.

Baca Juga  Wujudkan Makassar Sombere and Smart City, Dinas Kominfo Gelar Monev Perkembangan SPBE

Dalam pemaparannya, Jufri menjelaskan peran Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta fungsi legislatif melalui Badan Anggaran (Banggar) dan komisi dalam proses penyusunan belanja daerah.

Ia menekankan posisi Sekretaris Daerah dan Sekretaris Dewan menjadi simpul strategis, “Untuk menjembatani hubungan kelembagaan yang sehat antara eksekutif dan legislatif demi kemaslahatan masyarakat,” sebutnya.

Menurutnya, sinkronisasi perencanaan dan penganggaran antara eksekutif dan legislatif menjadi salah satu kunci menjaga efektivitas pembangunan daerah dan keberlanjutan program prioritas pemerintah.

Jufri juga membagikan pengalaman selama berkarier di pemerintahan, termasuk pentingnya integritas dan keberanian menyampaikan pandangan profesional kepada pimpinan.

“Bagaimana kita berani menyampaikan jika ada yang keliru kepada pimpinan, selama kita memiliki alasan yang kuat,” ujarnya.

Ia menegaskan sikap tersebut merupakan bagian dari etika birokrasi dan profesionalisme ASN dalam memastikan tata kelola pemerintahan berjalan pada koridor yang tepat.

Menurut Jufri, jabatan Sekretaris Daerah memegang peran strategis dalam menjaga ritme pemerintahan.

“Seorang Sekretaris Daerah harus meningkatkan kapasitas dalam aspek perencanaan, adaptif terhadap perubahan, serta memahami tata kelola kepegawaian. Di situlah peran Sekda menjembatani agar keharmonisan terbangun untuk mengawal visi misi kepala daerah,” ujarnya.

Baca Juga  Pemprov Sulsel Menang Kasasi di MA atas Sengketa Lahan Seluas 52 hektare di Manggala

Ia menambahkan, legislatif dan eksekutif memiliki hubungan kemitraan yang sejajar meski menjalankan fungsi berbeda. Legislatif berperan dalam pengawasan dan pembentukan regulasi, sementara eksekutif sebagai pelaksana kebijakan.

“Untuk kepentingan rakyat, di situ harus hadir keduanya,” tegasnya.

Pendekatan kolaboratif itu, menurut Jufri, sejalan dengan penguatan tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan menjadi prasyarat penting bagi percepatan pencapaian visi pembangunan daerah.

Jufri turut mengapresiasi pelaksanaan retret yang digagas Pemerintah Kabupaten Bone.

“Ini menjadi salah satu praktik baik penguatan kapasitas birokrasi di tingkat pemerintah kabupaten dan patut menjadi inspirasi bagi daerah lain. Melalui retret ini, persepsi dan langkah bersama dalam mendukung visi misi kepala daerah dapat semakin diperkuat,” ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya penguatan kapasitas birokrasi daerah melalui forum pembelajaran kolektif, tidak hanya untuk memperkuat koordinasi internal, tetapi juga untuk menjaga kualitas tata kelola pemerintahan yang responsif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik. (*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Kereta Api Pertama Hadir di Sulsel, Andi Sudirman: Sangat Disambut Baik

Pemerintahan

Kadisdik Dituding Larang Sekolah Ikut Jambore, Muhyiddin: Tidak Ada Instruksi Seperti itu!

Pemerintahan

Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin, Andi Sudirman Sampaikan 4 Hal Terkait Nataru

Pemerintahan

Hari Jadi Wajo ke-627, Gubernur Sulsel Genjot Konektivitas Jalan dan Irigasi Dipercepat

Pemerintahan

Pemkot Makassar Jajaki Kerjasama dengan PT Itochu, Bahas Pengelolaan Sampah dan Lampu Jalan

Pemerintahan

Harga Kedelai Naik, Ini Penjelasan Mendag Lutfi

Pemerintahan

Wali Kota Danny Serahkan SK 4.067 P3K Lingkup Pemkot Makassar

Pemerintahan

Hadiri Halalbihalal, Wali Kota Appi: Pendidikan Merupakan Fondasi Utama Sambut Era Indonesia Emas