Home / Pemerintahan

Kamis, 23 Desember 2021 10:35- WIB

Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin, Andi Sudirman Sampaikan 4 Hal Terkait Nataru

Apel Pasukan Pengamanan Operasi Lilin oleh Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaeman. Foto/Ist

Apel Pasukan Pengamanan Operasi Lilin oleh Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaeman. Foto/Ist

MERATA.NET, MAKASSAR- Meski pandemi belum berakhir, kegiatan keseharian di Sulawasi Selatan dapat dilaksanakan meski harus dengan protokol kesehatan secara ketat. Diharapan tetap dalam kondisi yang aman, nyaman dan kondusif serta seluruh warga masyarakat Sulawesi Selatan dapat tetap terjaga dari kondisi penyebaran penularan Covid-19

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, meski tidak diberlakukan PPKM pada masa libur Nataru ini, masyarakat tetap wajib melaksanakan Aturan Nataru 2021 sesuai dengan kebijakan pada level tingkat penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan dalam instruksi Mendagri, Kapolri, Panglima TNI dan juga edaran Gubernur serta Bupati/Walikota Se-Sulawesi Selatan. Hal ini untuk penanggulangan Covid-19, apalagi varian baru Omicron telah masuk di Indonesia.

“Tentu kita sadari bersama varian baru Omicron telah diidentifikasi masuk di Indonesia, dan kita berharap mudah-mudahan Sulawesi Selatan tetap dilindungi dan tetap dalam suasana tenang dan paling penting bagaimana warga masyarakat tetap patuh,” kata Andi Sudirman saat menjadi Inspektur Upacara pada Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2021, Pengamanan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di Lapangan Karebosi Makassar, Rabu, 23 Desember 2021. Sebanyak 4.670 personil disiapkan.

Ia menegaskan, Sulawesi Selatan dengan beberapa daerah yang masuk dalam level kategori 2, tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, demikian juga aturan terbaru dalam rangka menghadapi Natal dan pergantian Tahun 2021/2022,

Baca Juga  Jalan Ruas Batas Soppeng-Pangkajene Mulai Dikerjakan, Pemprov Siapkan Anggaran Rp14,88 Miliar

Adapun beberapa imbaun kita di antaranya: 1) Perayaan Tahun Baru dilarang di beberapa tempat, termasuk seperti di hotel, pusat perbelanjaan/mall, tempat wisata, tempat keramaian umum lainnya, termasuk pengadaan panggung hiburan, petasan, arak-arakan dan pawai dan lain-lainnya yang dapat menimbulkan kerumunan di masa pergantian tahun.

2) Kapasitas maksimal pengunjung tempat keramaian termasuk pusat perbelanjaan seperti mall dan lainnya tetap harus menjaga kondisi pada situasi 75 persen pengunjung, dengan memberlakukan sistem buka tutup, dan tentu kita harapkan kepada TNI/Polri dan seluruh jajaran, Polisi Pamong Praja dan Dishub untuk melakukan pengaturan buka tutup sebagaimana diberlakukan untuk menjaga kondisi pengunjung dalam situasi yang diperkenankan dalam level 75 persen.

3) Pengunjung wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi di semua tempat termasuk rumah makan, pusat perbelanjaan/mall dan lainnya sehingga mudah pengontrolan warga masyarakat kita, kemudian.

Terakhir, 4) Melaksanakan kegiatan sosial diizinkan beroperasi dengan maksimal pengunjung 50 orang dan wajib tetap menggunakan aplikasi PeduliLindung dengan protokol kesehatan secara ketat.

Harapan ia sampaikan kepada TNI-Polri dan seluruh instansi terkait dalam penanganan pergantian tahun dan Natal 2021 dikawal dengan baik, aman dan tertib dan lancar dan terhindari dari praktek radikalisme, kekerasan dan narkoba serta lainnya.

Demikian juga masyarakat dapat turut menjaga keamanan lingkungan karena tentu tidak dapat dilaksanakan proses pengamanan tanpa ada dukungan secara luas dari lapisan masyarakat dan tentu kita berharap pelaksanaan pengamanan dilaksa akan dengan arif dan bijaksana dengan pendekatan persuasif kepada seluruh masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tentu pada organisasi ikut berpartisipasi aktif untuk mendorong masyarakat dalam tertib protokol kesehatan termasuk pada Natal dan Pergantian Tahun baru ini.

Baca Juga  Pj Sekprov Sulsel Buka Rakor Unit Kerja Pengadaan Barang Jasa

Semua unsur mengawal bagaimana sistem penanganan pandemi dengan melaksanakan vaksinasi massal di masyarakat-masyarakat kita termasuk menghabiskan waktunya untuk menjemput masyarakat dalam rangka pelaksanaan vaksinasi.

Hal ini sesuai Instruksi Presiden, yang menginginkan bagaimana capaian vaksinasi di akhir Tahun 2021 ini dapat tercapai 70 persen. Sehingga Herd Immunity dapat kita jadikan sebuah ikhtiar untuk melindungi masyarakat dan warga.

“Kepada seluruh peserta apel saya ucapkan terima kasih tetap semangat, tentu saya yakin sekali bagaimana pengorbanan para TNI/Polri dan seluruh jajaran, Satpol PP, Dishub dan lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, telah menjaga situasi Kamtibmas di Sulawesi Selatan ini, hingga dapat melaksanakan tugas melebihi dari panggilan tugas yang bukan merupakan tugas pokok dan fungsi dari institusi masing-masing,“ sebutnya.

“Kita yakin capai 70 persen di akhir Tahun 2021,” pungkasnya. (Dar)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Mentan Amran Serahkan Bantuan Pertanian Senilai Rp 410 Miliar di Sulsel

Pemerintahan

Pemprov Sulsel Gelar Sosialisasi Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2024

Pemerintahan

Bupati Adnan Komitmen Sukseskan Program Pj Gubernur Sulsel

Pemerintahan

Pimpinan dan Dewas KPK Mengucapkan Sumpah Janji di Hadapan Presiden

Pemerintahan

Danny Tandatangani Kerjasama Bidang Kekayaan Intelektual Bersama Kantor kemenkumham Sulsel

Pemerintahan

15 Camat Tandatangani Komitmen Bersama Penanganan Lorong Wisata

Pemerintahan

Bertemu DMI, Pjs Arwin Azis Harap Masjid-masjid Bebas Biaya Parkir dan Terapkan Azan Serentak

Pemerintahan

Petani Pinrang Panen Padi di Musim Kemarau, Pj Gubernur Optimistis Surplus 2 Juta Ton Beras Tercapai