MERATA.NET – Tottenham Hotspurs melaju ke semifinal Carabao Cup setelah mengalahkan Manchester United dengan skor 4-3, Jumat (20/12/2024).
Tuan rumah unggul 2-0 dibabak pertama lewat gol yang dicetak oleh Dominic Solanke (15′) dan Dejan Kulusevski (46′).
Pada babak kedua Hotspurs kembali menjauh 3-0 yang dicetak oleh Solanke (54′). Namun Man United memberikan perlawanan sengit setelah berhasil memperkecil kedudukan 3-2 lewat Joshua Zirkzee (63′) serta Amad Diallo (70′).
Namun kapten The Lily Whites, Son Heung Min kembali memperlebar angka menjadi 4-2 pada menit ke-88, Setan Merah sempat kembali memperkecil skor 4-3 dari tandukan jarak dekat Johny Evans dipenghujung laga babak kedua.
Hujan gol terjadi terlihat dari buruknya dua performa kiper Tottenham, Frazier Foster dan Altay Bayindir dari MU.
Kesalahan pertama Bayindir membuat Spurs membuka keunggulan, saat ia menghalau bola sepakan Pedro Porro kembali ke kotak penalti dan diselesaikan Dominic Solanke.
“Kiper seharusnya mendorong bola ke samping, dia tak bisa mengembalikannya ke zona berbahaya. Anda bisa berpendata bahwa para bek United ‘tidur’, tapi sebagai kiper Anda mesti memastikan bola itu keluar,” ujar eks kapten MU Gary Neville di Sky Sports.
Bukan itu saja kesalahan kiper pelapis Andre Onana tersebut. Saat MU tertinggal 2-3 dan sedang mengejar gol penyama, ia salah mengantisipasi sepak pojok Son Heung-min dan membuat bola langsung masuk ke gawang.
Sementara di kubu Spurs, kiper lebih jadi ‘tersangka’ utama atas nyaris buyarnya kemenangan tim.
Dalam posisi memimpin 3-0, Forster gegabah mengoper bola di bawah tekanan MU. Bola operannya bergulir ke Bruno Fernandes dan diteruskan ke Joshua Zirkzee untuk jadi gol.
Ia kemudian melakukan kesalahan yang sama fatalnya, kalau bukan lebih fatal, di gol kedua MU. Forster menahan bola terlalu lalu dan tanpa disadari Amad Diallo sudah menghadang di depan. Ketika memutuskan menendang, bola pun mengenai Amad dan masuk gawang.
“Dia memang tidak menakjubkan dalam olah bola dengan kaki, Fraser Forster, tapi dia bahkan tak melihat di mana Bruno Fernandes. Dia tak sadar sama sekali,” kata Neville.
Setelah dua blunder itu, kepercayaan diri Forster tampak memudar. Bahkan dalam satu momen ia semacam lupa jadi kiper, ketika tendangan keras Amad mengancam gawangnya.
Alih-alih menjatuhkan diri dan menahan dengan tangan, sebagaimana biasa dilakukan kiper, Forster malah menyapu bola itu dengan kaki. Kejadian itu disebut komentator Sky Sports Jamie Carragher membuatnya dan rekan-rekan di studio terbahak.
“Seperti ketika pemain nonkiper menjaga gawang di akhir sesi latihan. Mereka tak mau mematahkan tangan mereka, jadi sapu saja bolanya,” cetus Neville. (*)










