Home / Indonesiaku

Kamis, 27 April 2023 16:00- WIB

ATSI Sesalkan Pembongkaran Menara BTS di Kabupaten Badung, Bali

Sekjend Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Marwan

Sekjend Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Marwan

Jakarta, Merata.Net -Operator telekomunikasi yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) sangat menyesalkan terjadinya pembongkaran menara telekomunikasi oleh Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Badung yang dilakukan secara sepihak.

Menyusul aksi pembongkaran tersebut, Satpol PP Pemkab Badung juga turut mematikan perangkat telekomunikasi milik para operator telekomunikasi seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, XL Axiata dan Smartfren yang menggunakan infrastruktur milik anggota Asosiasi Pengembang Infrastruktur Menara Telekomunikasi (ASPIMTEL).

Dampaknya adalah dukungan strategis layanan telekomunikasi terhadap kebangkitan sektor pariwisata di Bali pun terancam terganggu, khususnya pada wilayah Kabupaten Badung.

Aksi mematikan perangkat telekomunikasi secara paksa ini berdampak pada potensi gangguan hingga hilangnya layanan telekomunikasi (blank spot) pada area strategis di Kabupaten Badung seperti kawasan pariwisata unggulan, kantor pelayanan publik, pusat perekonomian masyarakat, area perkantoran dan UMKM, sarana pendidikan, hingga titik pelayanan kesehatan. 

“ATSI yang menaungi seluruh operator telekomunikasi di Indonesia sangat menyesalkan terjadinya pembongkaran menara telekomunikasi oleh Satpol PP Pemkab Badung yang dilakukan secara sepihak. Kami akan terus memantau kondisi jaringan dan layanan telekomunikasi di area yang terdampak aksi pembongkaran guna memastikan tidak terganggu kepentingan masyarakat, khususnya para wisatawan domestik dan asing yang merupakan penggerak urat nadi ekonomi di wilayah Kabupaten Badung,” ungkap Marwan, Sekjen ATSI dalam keterangan resmi, Kamis (27/4/2023).

Baca Juga  Basarnas Sulsel : Ada 16 Titik Banjir di Makassar

“Tidak dapat dipungkiri, layanan telekomunikasi merupakan dukungan strategis guna memastikan keberlangsungan kegiatan pariwisata, pelayanan publik, perekonomian masyarakat, perkantoran dan UMKM, pendidikan hingga kesehatan, termasuk di wilayah Kabupaten Badung. Menyadari pentingnya hal tersebut, kami mendorong semua pihak terkait untuk membuka ruang komunikasi agar kepentingan masyarakat tidak semakin dirugikan,” tambah Marwan. 

Penyediaan layanan telekomunikasi yang strategis oleh para operator telekomunikasi anggota ATSI ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo terkait perencanaan Transformasi Digital, diantaranya: 

  1. Perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital.
  2. Persiapkan roadmap transformasi digital di sektor-sektor strategis, baik di pemerintahan, layanan publik, bantuan sosial, sektor pendidikan, sektor kesehatan, perdagangan, sektor industri, sektor penyiaran.
  3. Percepatan integrasi Pusat Data Nasional.
  4. Mempersiapkan kebutuhan SDM talenta digital.
  5. Regulasi yang berkaitan dengan skema pendanaan dan pembiayaan transformasi digital segera disiapkan secepat-cepatnya. 
Baca Juga  Amanah Ibu, Kapolda Sulsel Andi Rian Bangun Masjid di Kabupaten Bone

Aksi mematikan perangkat telekomunikasi secara paksa yang diikuti dengan pembongkaran menara telekomunikasi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan hingga hilangnya layanan telekomunikasi (blank spot) pada area strategis di Kabupaten Badung. Pada akhirnya, masyarakat Kabupaten Badung termasuk para wisatawan domestik dan mancanegara yang sedang berkunjung menjadi pihak yang paling dirugikan dari aksi sepihak tersebut.

Hal ini tentunya sangat bertentangan dengan tujuan dan cita-cita Pemerintah Indonesia sebagaimana arahan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo untuk fokus melakukan percepatan dan perluasan digitalisasi di berbagai sektor agar dapat menghasilkan multiplier-effect bagi pertumbuhan ekonomi khususnya ekonomi digital yang merata di seluruh wilayah Tanah air, termasuk di wilayah Kabupaten Badung. 

“ATSI bersama seluruh operator telekomunikasi di Indonesia yang bernaung dibawahnya berkomitmen untuk terus memberikan pengalaman terbaik dalam melayani kebutuhan digital masyarakat di seluruh wilayah Tanah Air. Untuk itu kami berharap aksi mematikan perangkat telekomunikasi hingga pembongkaran menara telekomunikasi secara paksa di Kabupaten Badung ini segera dihentikan dan cepat dicarikan solusi terbaik yang mengutamakan kepentingan masyarakat,” tutup Marwan. (*)

Share :

Baca Juga

Indonesiaku

PPAI Minta Pemerintah Serius Tangani Permasalahan Hak Asuh Anak di Indonesia

Indonesiaku

GAM Luwu Raya Desak Polda Sulsel dan Kapolri Copot Kapolres Luwu

Indonesiaku

Kunjungan Sepi, Ketua PHRI Sulsel Harap Larangan ASN Bukber Dicabut

Indonesiaku

Women20 Presidensi Indonesia
Fokus Perjuangkan Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan

Indonesiaku

Danny Pomanto Sampaikan Duka Mendalam Wafatnya Pastor Felix Layadi

Indonesiaku

Dirlantas Polda Sulsel Minta Pihak Tol Siapkan Rest Area dan Pelayanan Top Up E-Tol

Indonesiaku

Musim Liburan Sekolah, Pergerakan Penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin Naik 20 Persen

Bisnis

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Raih Penghargaan dari Kementerian KLHK