MAKASSAR, Merata.Net – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi) resmi melepas jabatannya sebagai Ketua DPD II Golkar Makassar dan sekaligus kader Partai Golkar.
Keputusan mengundurkan diri ini diambil setelah dirinya mendapatkan tawaran untuk bergabung dengan Partai Demokrat.
Surat pengunduran diri tersebut diserahkan langsung oleh Appi kepada Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), di kediamannya di Jalan Batu Putih, Makassar, Senin (5/10/2026) pagi.
Momen tersebut disaksikan oleh Ketua Bappilu Demokrat Sulsel Selle KS Dalle serta fungsionaris Golkar Makassar Muh Nur Alamsyah.
Langkah politik Appi ini berawal dari ajakan mendadak Ketua Dewan Pakar DPP Demokrat, Andi Alfian Mallarangeng, saat bertemu di Makassar pada Sabtu (3/10/2026).
Alfian menilai figur Appi sangat potensial untuk memperbesar basis kekuatan Partai Demokrat di wilayah Sulawesi Selatan.
Dalam surat pengunduran dirinya, Appi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para senior serta kader Golkar yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan politiknya.
Appi menyebut Golkar sebagai rumah tempat dirinya ditempa. Namun, setelah melalui pertimbangan, ia memilih mengakhiri statusnya sebagai kader.
“Terhitung sejak tanggal surat ini (5/10). Sejalan dengan keputusan tersebut, tentunya saya juga menyatakan tidak bersedia diangkat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar,” tulis Appi dalam suratnya.
Appi juga menegaskan keputusannya meninggalkan Golkar tidak berarti memutus hubungan personal dengan para kader maupun pengurus partai.
“Saya pamit sebagai kader, tetapi tidak sebagai kawan dan saudara. Silaturahmi akan tetap saya jaga,” tulisnya.
Sementara itu, Ketua DPD I Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin menyatakan menghormati keputusan Appi untuk meninggalkan Golkar.
IAS mengatakan surat pengunduran diri tersebut akan diserahkan kepada DPP Golkar untuk diproses.
“Kami menghargai keputusan Appi melepas status sebagai kader Golkar,” kata IAS.
IAS juga menyebut dirinya akan membawa surat tersebut ke Jakarta karena pada saat yang sama ia dijadwalkan berkonsultasi dengan DPP Golkar terkait persiapan pelantikan. (*)










