Home / Pemerintahan

Jumat, 5 September 2025 14:33- WIB

Wali Kota Makassar bersama Jajaran Forkopimda dan Gabungan BEM Makassar Gelar Salat Gaib di Kantor DPRD

MAKASSAR, Merata.Net – Langit Makassar siang ini seakan ikut berduka. Di pelataran Gedung DPRD Kota Makassar, doa dan haru menyatu dalam suasana hening penuh kesedihan.

Sholat ghaib digelar sebagai bentuk penghormatan untuk para korban insiden kebakaran yang merenggut nyawa empat jiwa.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama jajaran SKPD, Forkopimda, Dandim, Kejari, anggota DPRD, hingga mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kota Makassar, berdiri dalam satu saf, menyatukan doa dan harapan.

Tepat pukul 13.30 WITA, pelataran Gedung DPRD Kota Makassar dipenuhi ratusan jamaah yang menundukkan kepala penuh khusyuk.

Sholat ghaib digelar untuk mendoakan empat korban insiden kebakaran pada 29 Agustus lalu.

Suasana hening bercampur haru menyelimuti seluruh area, sementara foto keempat korban terpampang di hadapan jamaah, menjadi pengingat betapa dalam duka yang dirasakan kota ini.

Baca Juga  Sepanjang Tahun 2023, Kunjungan Wisatawan di Makassar Naik 42 Persen

Foto-foto keempat korban terpampang di hadapan jamaah, menjadi saksi bisu betapa besar kehilangan yang dirasakan seluruh warga kota.

Sholat ghaib bukan sekadar ritual, tetapi juga ungkapan cinta dan doa tulus dari mereka yang ditinggalkan, agar arwah para korban diterima di sisi Allah SWT dengan segala amal kebaikan mereka.

Dalam keterangannya, Munafri menegaskan bahwa momen ini bukan hanya sekadar doa, tetapi juga pengingat agar peristiwa tragis tersebut menjadi pelajaran besar bagi semua pihak.

“Hari ini kita berada di Gedung DPRD Kota Makassar, melaksanakan sholat doa bersama rekan-rekan dari BEM, Forkopimda, anggota DPRD, SKPD, dan masyarakat,” ujar Appi.

“Kita hadir untuk memberikan doa terbaik kepada para korban yang gugur dalam menjalankan tugas,” tambah Munafri.

Ia menyampaikan bahwa kondisi kota saat ini perlahan membaik berkat koordinasi lintas sektor antara pemerintah, kepolisian, TNI, dan masyarakat. Aktivitas warga juga sudah kembali berjalan lebih lancar.

Baca Juga  Kembali Gelar RDP Soal Laskar Pelangi, Dewan Harap Tenaga Kontrak Lama jadi Perhatian Pemkot

Politisi Golkar itu menegaskan, tragedi di DPRD Makassar tidak boleh dianggap sebagai demonstrasi biasa, melainkan pergerakan anarkis yang jauh dari nilai kemanusiaan.

“Saya sangat meyakini ini bukan aksi mahasiswa, tetapi ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Dari sini kita belajar bahwa menjaga kondusifitas adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” tegasnya.

Terkait pengamanan di sekitar DPRD, Munafri menyebut bahwa keputusan sepenuhnya akan diserahkan kepada TNI dan Polri. Pemerintah kota, kata dia, mendukung langkah terbaik yang diambil demi menjaga stabilitas dan keamanan.

“Apakah sistem penjagaan ini dilanjutkan, itu kita serahkan pada kajian aparat TNI-Polri. Yang jelas, kita semua harus memastikan kondisi Makassar tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (**)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Pemkot Makassar dan Bakamla RI Jalin Kerja Sama, Danny Pomanto Mengaku Bangga

Pemerintahan

Seleksi Tenaga Kontrak Laskar Pelangi Bakal Digelar Senin, Ini Jadwalnya

Pemerintahan

Jawab Keresahan Warga, Disdak Sulsel Pastikan Stok Minyak Goreng Aman

Pemerintahan

Pemprov Sulsel Siapkan Rp 15 Miliar atasi Inflasi

Pemerintahan

Makassar Terima Penghargaan Kota Peduli HAM 2023

Pemerintahan

Pj Sekda Kota Makassar Terima Kunjungan PFI Diskusikan Terkait Kolaborasi Fotografi

Pemerintahan

Launching Gerakan Keluarga Cerdas Teknologi Digital, Ketua TP PKK Sulsel Berharap Ada Tindak Lanjut ke Desa-desa

Pemerintahan

Cermati Keamanan Obat dan Makanan, Aliyah Mustika Ilham Gandeng BBPOM Gelar Sosialisasi