Home / Pemerintahan

Senin, 3 Agustus 2026 16:20- WIB

Wali Kota Appi Paparkan Potensi Investasi di Investment Forum Rakerkonas APINDO 2026

MAKASSAR, Merata.Net – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjadi pembicara dalam Business Investment Forum yang digelar di Hotel Claro Makassar, Senin (3/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) yang ke XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) tahun 2026.

Forum nasional bertajuk “Ketahanan Nasional: Pengusaha Indonesia di Tengah Fragmentasi Global’ itu diikuti pengurus APINDO dari seluruh Indonesia. Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, M. Jusuf Kalla, turut hadir membuka kegiatan tersebut.

Dalam forum tersebut, Munafri tampil sebagai pembicara bersama Kepala DPMPTSP Provinsi Sulawesi Selatan Asrul Sani, Kepala DPMPTSP Kalimantan Utara, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, serta Direktur Investasi dan Perdagangan Luar Negeri APINDO Sherly Susilo.

Di hadapan para pengusaha, Munafri yang akrab disapa Appi memaparkan sejumlah keunggulan Kota Makassar yang dinilai menjadi modal penting dalam menarik investasi.

Ia merangkumnya dalam tiga alasan utama, yakni posisi geografis yang strategis, pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang, serta iklim investasi yang didukung tata kelola pemerintahan berbasis Smart City.

“Kenapa Makassar? Kami memiliki beberapa alasan, tetapi saya menampilkan tiga alasan utama. Yang pertama adalah Makassar dengan lokasi yang sangat strategis, dengan ekonomi yang terus tumbuh dan berkembang, dan menjadi kota yang sangat ramah terhadap investasi yang menerapkan sistem pemerintahan berbasis Smart City,” jelasnya.

Baca Juga  Respon Wali Kota Appi Polemik Seleksi Paskibraka Nasional

Ia melanjutkan, posisi Makassar semakin strategis karena berada pada jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang menghubungkan aktivitas ekonomi antara Australia, Asia, hingga benua lainnya. Posisi tersebut memperkuat Makassar sebagai hub pergerakan barang, jasa, sekaligus tenaga kerja di kawasan Indonesia Timur.

Appi menegaskan, investasi menjadi salah satu sektor penting bagi Makassar karena kota ini tidak memiliki sumber daya alam seperti sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan. Karena itu, Pemkot Makassar berupaya memastikan kemudahan, hospitality, serta jaminan bagi investor yang ingin mengembangkan usaha di Makassar.

“Dan mungkin satu-satunya yang ada di Sulawesi Selatan, kota yang punya dua alur penghubung ekonomi, yaitu Pelabuhan Internasional dan Bandara Internasional, yang mampu menghubungkan proses barang dan jasa langsung ke tujuan ekspor dan impor,” ujarnya.

Ia juga memaparkan tren realisasi investasi Makassar yang terus meningkat. Setelah mengalami koreksi pada 2024, realisasi investasi kembali menunjukkan rebound pada 2025, ditandai dengan meningkatnya investasi asing atau Foreign Direct Investment (FDI) sekaligus pertumbuhan investasi dalam negeri.

Appi menyebut lima negara yang memiliki investasi besar di Kota Makassar, yakni Malaysia, Singapura, Hong Kong, China, dan Jepang. Ia juga memperkenalkan sejumlah potensi dan proyek pengembangan yang dapat menjadi ruang investasi baru.

Baca Juga  Kalla Youth Fest 2026 Segera Digelar, Appi Harap Jadi Event Lokal Kolaborasi MCH

Di sektor pariwisata, lanjutnya, Pemkot Makassar tengah mendorong pengembangan kawasan sports tourism di Untia yang diawali pembangunan stadion sepak bola milik pemerintah kota.

Selain itu, gugusan Kepulauan Spermonde dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata maritim sekaligus memperpanjang length of stay wisatawan di Makassar.

Sementara dari sektor industri, Munafri menyoroti Kawasan Industri Makassar (KIMA) yang tingkat okupansinya telah mencapai lebih dari 90 persen.

Kawasan tersebut menjadi pusat hilirisasi berbagai komoditas dari daerah lain, termasuk kopi dan hasil perikanan, sekaligus mendukung aktivitas ekspor-impor dari Makassar.

“Ini memberikan gambaran bahwa Kota Makassar, kami siap untuk menerima investasi bersama-sama dengan supporting infrastruktur yang dimiliki oleh kota ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, potensi perikanan, pertanian, industri pengolahan makanan, hingga dukungan perguruan tinggi seperti Universitas Hasanuddin menjadi ekosistem yang dapat memperkuat investasi dan riset di Kota Makassar.

Menutup paparannya, Appi menegaskan Makassar merupakan kota yang terus tumbuh dan terbuka terhadap peluang investasi. Ia juga mengajak para peserta forum menikmati potensi lain yang menjadi identitas Makassar.

“Makassar terkenal dengan kuliner yang sangat nikmat. Jadi kalau di Makassar, peraturannya: dilarang diet,” tutupnya.(**)

Share :

Baca Juga

Indonesiaku

Persiapan Arus Balik Lebaran, Operasi Ketupat Pallawa 2022 Siap Siaga dan Sigap Melayani

Komunitas

Pemkot Makassar Bersama Yayasan BaKTI Berkolaborasi Program OCSEA Unicef

Pemerintahan

Kota Makassar Jadi Percontohan Pariwisata Berkelanjutan di Sulsel

Ekonomi

Wali Kota Makassar Rebus Bahan Pangan, Ajak Warga Sukseskan Peluncuran Festival Rebus Makassar

Bisnis

Presiden Luncurkan Kartu Kredit Pemerintah Domestik dan QRIS Antarnegara

Internasional

Jajaki Kerja Sama, Damkarmat Makassar Kunjungan ke Tiongkok

Pemerintahan

Wujudkan Makassar Low Carbon, Danny Pomanto Bakal Resmikan Green Building MGC pada April

Komunitas

Kemlu RI Siap Bersinergi dengan IMO Indonesia Dorong Potensi Daerah di Kancah Global