Home / Ekonomi / Indonesiaku

Kamis, 20 Juni 2024 08:20- WIB

Tinjau Budidaya Pisang di Bone, Kapolda-Pangdam Jadikan Pisang Cavendish Produk Unggulan dan Jamin Harga Jual

BONE, Merata.Net – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Sulawesi Selatan (Sulsel) meninjau lokasi budidaya pisang cavendish di Kecamatan Mare, Kabupaten Bone yang sudah akan panenperdana pada awal Agustus mendatang.

Kapolda Sulsel bersama Pangdam XIV Hasanuddin menjadikan pisang cavendish sebagai produk unggulan Sulsel.

“Kami sepakat dengan bapak Pangdam akan menjadikan ini (pisang cavendish) produk unggulan ketahanan pangan Sulsel. Saya mencoba mengkaji memang Sulsel ini hebat dari dulu, luar biasa, sampai sekarang lumbung padi nasional,” ujar Kapolda Sulsel Irjen Andi Rian R Djajadi saat sambutan, Rabu (19/6/2024).

Rombongan Forkopimda Sulsel meninjau pusat budidaya pisang di Dusun Cenrana, Desa Tellongeng, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone pada Rabu (19/6) sekitar pukul 10.00 Wita.

Rombongan tersebut diantaranya Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen Bobby Rinal Makmun, Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 3 Kostrad Maujen Bangun Nawoko, Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Makassar Brigadir Jenderal TNI (Mar) Andi Rahmat M.

Baca Juga  Dirlantas Polda Sulsel Lepas Kontingen Bola Voli Kapolri Cup 2023 di Bali

Irjen Andi Rian mengatakan, kehadirannya di lokasi budidaya pisang untuk memastikan bisa panen perdana pada awal Agustus mendatang.

Bahkan dia berencana akan mengundang Kapolri dan Panglima TNI untuk hadir di Bone.

“Di awal masa saya ditugaskan bersama Pak Bahtiar dan Pak Pangdam memilih pisang cavendish karena tanaman ini punya daya ungkit yang begitu cepat untuk menambah ekonomi masyarakat. Kehadiran kami hari ini untuk memastikan 200 hektare ini akan bisa panen di awal Agustus nanti. Kalau memang bisa di panen 80 persen, saya akan undang Bapak Kapolri dan Bapak Panglima TNI,” katanya.

Dia membandingkan, produksi gabah ditentukan harga eceran tertinggi (HET). Begitu harganya melebihi HET akan diintervensi pemeritah dengan subsidi.

“Tapi, sayangnya subsidi tidak jatuh ke petani, jatuhnya ke pengusaha. Kapan kayanya ini petani kita. Makanya kami di Sulsel melihat karena begitu luas lahan kita dorong produktivitasnya untuk program pisang cavendish,” bebernya.

Baca Juga  Hanya Perlihatkan Kartu BPJS, Free Treatment di Bening's Clinic

“1 hektare pisang cavendish modalnya dari pembibitan, tanam, pemupukan, perawatan sampai panen Rp 100 juta. 7 bulan kemudian, harga panen kita kunci Rp 6.000 per kg dan rata-rata Rp 200 juta sekali panen, jadi petani langsung untung Rp 100 juta setiap panen,” sambung Irjen Andi Rian.

Irjen Andi Rian menambahkan, TNI dan Polri akan mengawal pisang cavendish ini. Selain itu sudah disampaikan ke pengusaha untuk mengunci harga di Rp 6.000 per kg.

“Kami sepakat TNI/Polri akan mengawal ini, karena kita lihat Sulsel ini sudah puluhan tahun menjadi lumbung pangan, tetapi petaninya tidak kaya-kaya. Nanti kita coba ubah, selain dia menghasilkan dari program pangan padi, pisang cavendish juga bisa menambah ekonomi saudara-saudara kita, dan saya minta ke pengusaha ini agar mengunci harga. Jadi seluruh petani yang bekerja menanam pisang ini diikat kontrak,” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Indonesiaku

FOTO: Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk di Kota Makassar

Indonesiaku

Kasus Covid-19 Kembali Melonjak, Reisa Ajak Masyarakat Lebih Perketat Protokol Kesehatan

Bisnis

Berkontribusi Kelestarian Alam, Mbah Sukoyo Menerima Anugerah Amartha Local Heroes

Indonesiaku

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono Didampingi Wali Kota Makassar Lepas Satgas Pamtas Papua di Makassar

Indonesiaku

Tiba di Jakarta, Timnas Sepakbola Senior Dibanjiri Bonus Setelah Lolos Piala Asia 2023

Bisnis

Ikuti Jejak JK, Ketua APINDO Sulsel: Sulsel Mampu Kembali Lahirkan Regenerasi Pengusaha

Indonesiaku

Salurkan Paket Sembako, Telkomsel Parepare Bantu Korban Banjir

Indonesiaku

Halodoc dan TikTok Berkolaborasi Berkampanye Edukasi Kesehatan