Home / Teknologi

Rabu, 13 Desember 2023 07:31- WIB

Survei Pure Storage: Organisasi Tidak Siap Menghadapi Kebutuhan Energi dan Permintaan Data AI yang Masif

JAKARTA, Merata.Net – Pure Storage (NYSE: PSTG), pelopor TI yang menyediakan teknologi dan layanan storage tercanggih di dunia, bekerja sama dengan Wakefield Research, merilis laporan terbaru yang mengidentifikasi hambatan yang dihadapi oleh organisasi di seluruh industri dalam mengadopsi kecerdasan buatan (AI), dan mengungkap kebutuhan energi yang sering diabaikan dari teknologi canggih ini.

Menurut laporan terbaru, “Pendorong Perubahan: Memenuhi Tantangan Energi dan Data dari Adopsi AI,” menunjukkan pentingnya meninjau kembali infrastruktur data agar benar-benar mendapatkan manfaat AI, menjaga biaya energi tetap sesuai dengan alokasi anggaran, dan sesuai dengan rencana perusahaan dalam mencapai tujuan lingkungan hidup.

Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 500 pembeli TI di perusahaan yang memiliki lebih dari 500 karyawan di AS dan Eropa, mengemukakan bahwa:

Kebutuhan akan Energi Komputasi Meningkat, Didorong oleh Adopsi AI: Bagi 88% dari mereka yang telah mengadopsi AI, kebutuhan akan energi komputasi meningkat secara tiba-tiba dan drastis. Hampir dari separuh (47%) harus mengalikan dua atau lebih kekuatan komputasi mereka sejak mengadopsi AI.

Organisasi Tidak Mengantisipasi Permintaan Energi AI: 73% dari pembeli TI tidak sepenuhnya siap menghadapi kebutuhan energi AI.

Baca Juga  Ada Cara Baru Belajar Mengaji dengan Teknologi Kecerdasan Buatan

Konsumsi Energi Hanya Salah Satu Dari Beban AI: Sebanyak 73% responden menyatakan AI memerlukan atau akan memerlukan peningkatan manajemen data dan semacamnya. Beberapa peningkatan spesifik yang dilakukan antara lain: alat manajemen data (48%), proses manajemen data (46%), dan infrastruktur penyimpanan data (46%).

Hasil Survei Menunjukkan Hampir Semua (96%) Berencana atau Telah Memperbarui Infrastruktur TI Mereka: 29% pembeli TI mengatakan AI akan atau menyebabkan perombakan total.

Tantangan-tantangan Ini Telah Memundurkan Tujuan Keberlanjutan Bisnis: 89% perusahaan menyatakan bahwa tujuan-tujuan ESG menjadi lebih sulit dicapai karena adanya peningkatan infrastruktur TI mereka setelah adopsi AI.

Namun, 60% dari mereka yang telah mengadopsi teknologi AI (atau berencana mengadopsi AI dalam 12 bulan ke depan) menyatakan bahwa mereka akan atau telah berinvestasi pada perangkat keras yang lebih hemat energi untuk memenuhi tujuan ESG.

Adopsi AI sedang meningkat di berbagai industri, namun supaya dapat memaksimalkan manfaatnya, sebagian besar organisasi seharusnya memiliki infrastruktur yang diperlukan untuk menangani permintaan data berkinerja tinggi dan kebutuhan energi sebagai hal penting.

Baca Juga  Telkomsel Luncurkan Orbit MiFi, Hadirkan Kemudahan Konektivitas Digital Terdepan

Keterbatasan ini memberikan tantangan terhadap keberhasilan adopsi AI untuk mendukung inisiatif critical perusahaan, termasuk inisiatif mencapai tujuan lingkungan. Hampir semua pembeli TI mendapatkan tekanan untuk mengurangi jejak karbon mereka.

Faktanya, sebagian besar setuju untuk mencapai tujuan TI tidak mungkin tercapai jika dilakukan tanpa mempersiapkan infrastruktur TI untuk mendukung AI dengan baik.

Infrastruktur yang lebih cerdas kini semakin mendesak dan tinggi permintaannya. Sering kali terjadi di mana perusahaan ingin memperoleh manfaat dari pembelajaran mesin tetapi sistem yang sudah ada sebelumnya tidak dapat mendukung alur data AI dalam jumlah masif.

Seiring dengan semakin cepatnya adopsi AI, tim TI memerlukan infrastruktur yang efisien, andal, dan berkinerja tinggi untuk memastikan penerapan yang efektif.

“Laporan ini memberikan pengetahuan yang berguna bagi organisasi di Indonesia yang akan atau sudah menjalankan proyek AI. Di era AI, kebutuhan energi dan data akan tumbuh secara eksponensial dan berinvestasi pada infrastruktur data yang mendukung AI sangatlah penting agar proyek Anda mendapat peluang keberhasilan.” ujar Atharina Hadiningtyas, Country Manager, Indonesia, Pure Storage. (*)

Share :

Baca Juga

Teknologi

Waspada Penipuan Aplikasi Chatting, Telkomsel Buka Layanan Pengaduan Via SMS Gratis

Bisnis

Nomor Telkomsel Prabayar yang Sudah Hangus/Expired dapat Diaktifkan Kembali, Begini Caranya

Hukum

Revisi Kedua UU ITE, Setiap Transaksi Keuangan Digital Diwajibkan Pakai Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi 

Hiburan

Disney Plus dan IMAX Berkolaborasi

Teknologi

Pembelian Tiket F8 Makassar 2024 di Aplikasi Kallafriends Tembus 24.000

Bisnis

Hankook Tire Luncurkan iON di Pasar Global, Ban Mobil Listrik Untuk Mobilitas Berkelanjutan

Bisnis

Ada Fitur Navigasi Baru di New PALISADE untuk Berikan Kenyamanan Lebih Bagi Pelanggan

Bisnis

Kalla Startup Hunt Berakhir, Diikuti 4.602 Peserta Webinar dan 131 Peserta Startup 7 Mega Ecosystem Kalla